selalu.id - Tim SIKIA Banyuwangi Universitas Airlangga (Unair) melakukan identifikasi penyebab matinya paus yang terdampar di pesisir Banyuwangi, Rabu (3/8/2022) lalu. Diketahui seekor Paus ditemukan mati di pesisir pantai di Banyuwangi pada Senin (1/8/2022) lalu.
Ketua tim identifikasi SIKIA Banyuwangi Unair, Aditya Yudhana mengungkapkan, ada sejumlah prosedur identifikasi yang dilakukan, diantaranya pengamatan eksternal, organ dan bagian lemak di bawah lapisan kulit atau yang dikenal dengan sebutan 'Belibis.
Baca juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
"Kalau sudah dipindahkan ke daratan, kita amati anatomi eksternalnya dulu. Apakah ada luka maupun parasit yang ada di luar tubuh paus tersebut. Dan, seberapa parah kondisi luka atau parasit tersebut," kata Aditya, melalui keterangan persnya, Rabu (3/8/2022).
Kemudian identifikasi itu dilanjutkan dengan rongga perut yang dibedah dan diamati kondisi organ dalamnya.
Kata dia, tujuannya , untuk mengetahui apakah masih dapat dilakukan pengamatan laboratorium.
Namun, Aditya menyampaikan, secara primer beberapa organ yang diamati meliputi usus dan lambung untuk mengetahui secara langsung ada tidaknya kontaminasi cemaran sampah plastik.
Baca juga: Dilantik Jadi Kapolresta, Kombes Rofiq Ajak Warga Banyuwangi Manfaatkan Call Center 110
"Selain itu, kita cek rongga dada seperti jantung dan paru-paru untuk mengetahui apakah ada penyakit bawaan yang berakibat pada kinerja jantung. Sedangkan paru-paru perihal suplai oksigen," jelasnya.
Lebih lanjut Aditya menjelaskan, timnya menemui sejumlah tantangan saat di lapangan. Misalnya, pemilihan organ yang masih bisa diuji lebih lanjut untuk mengetahui perubahan patologis atau kondisi abnormal paus sperma.
"Termasuk ada tidaknya parasit sebagai salah satu indikasi penyebab kematian paus sperma itu,"tuturnya.
Mengenai upaya evakuasi, Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Banyuwangi Ilzam Nuzuli menjelaskan, batas rekomendasi BKSDA dan dokter hewan, paus yang terdampar tersebut akan dipotong menjadi beberapa bagian.
Baca juga: Laporan Warga ke 110, Polisi Banyuwangi Gerebek Kos dan Sita Ratusan Pil Terlarang
Potongan itu dijadikan sample penelitian dan identifikasi penyebab kematian. Selanjutnya, potongan itu akan dikubur. Lokasinya di pantai sekitar penemuan paus terdampar tersebut.
"Karena, tadi mau kita geser ke sebelah utara. Kapal tidak bisa mengevakuasi dan sudah kita upayakan ditarik menggunakan crane juga tidak mampu. Sehingga eksekusi (identifikasi, Red) secara langsung di lokasi," terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi