selalu.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya membuang ratusan kantong darah yang terkena penyakit menular. Sebanyak 514 kantong darah tersebut dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
"Untuk pembuangan kita lakukan dengan dikumpulkan di TPS kemudian akan diambil oleh pihak ke-3 untuk dimusnahkan," kata Kabag Pelayanan dan Humas UDD PMI Kota Surabaya, dr Wandai Rasoetedja, Rabu (20/7/2022).
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
dr Wandai menjelaskan, pembuangan tersebut sesuai protokol TPS yang ada di UTD PMI. Nantinya diambil dua kali sehari oleh pihak ke 3, lalu dimusnahkan atau incenerator.
"Proses pembuangannya itu kalau dari laboratorium IMLTD hasilnya reaktif, kantong darahnya diambil lalu dikumpulkan, lalu diangkut oleh petugas limbah B3," jelasnya.
Lebih lanjut dr Wandai menyampaikan bahwa darah yang tidak bisa didonorkan adalah darah yang tidak berkualitas seperti darah yang rusak.
Darah rusak tersebut, Kata dia, darah yang warnanya berubah, seperti berwarna kuning keruh dan hijau.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
"Ini kita anggap ini darah tidak bisa dipakai.
Darah dengan kadar kolesterol tinggi biasanya darahnya jadi warna putih susu plasmanya. Warna darahnya keruh. Itu kan nggak bisa dipakai,"tuturnya.
Ia menambahkan, untuk stok darah saat ini berjumlah 508 kantong untuk sel darah merah pekat. Trombosit 197 kantong, darah lengkap whole blood ada 70 kantong.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Permintaan RS rata-rata sekitar 250-300 kantong per hari,"terangnya.
Saat ini, untuk pendonor masih aman. Sebab ada kenaikan sekitar 60 persen. Artinya, pendonor per hari bisa mencapai 300-350 orang per hari.
"Kasus IMLTD yang sampai mempengaruhi stok nggak pernah ada,"pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi