selalu.id - Pedagang Hewan Kurban di Surabaya kesulitan mencari Sapi di tengah meningkatnya permintaan. Hal ini imbas dari adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Seperti yang dialami pedagang hewan kurban di kawasan Nginden Intan Surabaya, Sutikno. Ia mengaku merebaknya wabah PMK ini membuat harga hewan kurban terus merangkak naik.
Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United
"Kalau harga situasi PMK ini malah gak turun, karena mungkin permintaan banyak, barangnya susah. kondisi barang harus memenuhi syarat,"kata Sutikno, saat ditemui Selalu.id di lapaknya, Sabtu (2/7/2022).
Menurutnya, karena permintaan banyak, justru menjadi peluang bagi pedagang. Namun harus berusaha ekstra untuk mendapatkan hewan kurban.
"Kalau pedagang itu merupakan peluang ya. Kalau jaringannya luas ya peluang. cuman Kesulitan barang (barang) susah ya,"tuturnya.
Untuk harga hewan kurban milik Sutikno bervariasi, mulai Rp 13,5 Juta hingga Rp 30 juta untuk Sapi. Sedangkan, untuk Kambing di bandrol harga Rp 2,5 juta hingga Rp 6 juta.
Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang
Sutikno mengklaim harga hewan kurban dagangannya tidaklah terbilang mahal, namun sesuai harga pasar saat ini.
"Kategori bukan mahal tapi harga stabil,"jelas Amin yang sudah 17 tahun buka Lapak di Kawasan Jalan Nginden Intan.
Hal yang sama juga dialami pemilik lapak hewan kurban di Kawasan Kenjeran, H Amin (65) yang mengaku permintaan pembeli meningkat, sehingga, harga sapinya sedikit mengalami kenaikan.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Peminatnya banyak. Karena susah cari sapi," kata Amin.
Karena faktor kesulitan mencari sapi, Amin menyampaikan, harga sapi miliknya mengalami sedikit kenaikan. Tahun 2021 sebelumnya dibadrol harga Rp 17 juta hingga Rp 30 juta.
"Untuk tahun ini, harga sekarang mulai Rp 20 Juta hingga Rp 30 juta. Kalau kambing Rp 2,5 juta hingga Rp 6,5 juta,"terangnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi