Dinas Kesehatan Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Hepatitis Misterius di Jatim

Reporter : Ade Resty
Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono saat konferensi pers zoom meeting.

selalu.id - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa belum ada kasus Hepatitis misterius atau akut yang ditemukan di wilayah Jawa Timur.

Namun, berdasarkan Informasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) dari minggu pertama Januari ke 17 tersebut. Tercatat sebanyak 114 kasus Sindrom Jaundice atau penyakit kuning.

Baca juga: SIER Bantu Pelajar Tebus Ijazah yang Tertahan, Aksi Nyata Dukung Dunia Pendidikan

Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, menegaskan bahwa 114 kasus tersebut belum dinyatakan Hepatitis Akut. Sebab penyakit kuning belum tentu diartikan sebagai Hapatitis Akut.

"Salah satu gejala Hepatitis Akut adalah terkena penyakit kuning. Tapi terkena penyakit kuning belum tentu diartikan sebagai Hepatitis Akut," kata Erwin, saat Konferensi Pers Dinkes Jatim melalui zoom meeting, Jumat (6/5/2022).

Erwin menyampaikan, pihaknya masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Ia menyebut melalui SKDR bisa mendapatkan informasi dugaan penyakit kuning tersebut.

Baca juga: 2 Jemaah Haji Probolinggo Masih Tertahan di Arab Saudi, Ini Identitas dan Penyebabnya

"SKDR pada prinsipnya itu aplikasi yang menerima informasi dari layanan kesehatan bila ada kecurigaan penyakit kuning," ujarnya.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, dari data SKDR tersebut Dinkes Jatim akaj memverifikasi terlebih dahulu, jika benar akan dirujuk ke rumah sakit guna pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari tahu penyebab pasti penyakit kuning yang diderita.

"Apakah ini terkait hepatitis akut yang belum ketemu penyebab atau sudah ketemu penyebanya," katanya.

Baca juga: Idul Adha Jadi Momentum Kebersamaan, PDIP Jatim Salurkan 468 Sapi Kurban

Maka dari itu, Erwin menambahkan, untuk mengantisipasi terkena Hepatitis Akut masyarakat harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebab, belum ada informasi pasti terkait penyebab penyakit ini.

"Jika, orang tua memiliki anak dengan gejala penyakit kuning agar segera memeriksakan ke rumah sakit. Sehingga, bisa dilakukan percepatan penanganan agar segera diatasi," tandasnya. (Ade/SL1)

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru