selalu.id — Aksi penyampaian aspirasi massa aksi di kawasan Taman Apsari, Surabaya, Minggu (8/11/2026), diwarnai momen penolakan pemberian bunga dari sejumlah polisi wanita (polwan) kepada massa demonstrasi.
Berdasarkan pantauan selalu.id sekitar pukul 14.30 WIB, kelompok Srikandi mulai berdatangan dan berkumpul di sekitar Taman Apsari. Mereka membawa sejumlah aspirasi, salah satunya berkaitan dengan persoalan pajak pembalut.
Baca juga: Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya
Di tengah berkumpulnya massa, sejumlah Polwan mendatangi peserta aksi dengan membawa bunga. Pemberian tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pendekatan kepada massa demonstran.
Sebelumnya kelompok srikandi mendatangi puluhan polwan itu memberi pembalut. Namun, upaya itu justru ditolak. Massa memilih tidak menerima bunga yang ditawarkan oleh petugas kepolisian.
Salah satu perwakilan Aliansi Surabaya, Kardono Setyorakhmadi, mengatakan penolakan tersebut bukan berarti massa menolak pendekatan humanis dari kepolisian.
Baca juga: DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam
Namun, pihaknya ingin menjaga agar tidak muncul persepsi bahwa aksi tersebut merupakan kegiatan bersama atau bentuk kolaborasi dengan aparat.
“Ini bukan aksi kolaborasi. Nanti bisa disalahartikan sebagai aksi bersama. Kita bukan massa seperti itu, seperti deklarasi Raffi Ahmad itu,” kata Kardono.
Menurut dia, menerima pemberian bunga dikhawatirkan menimbulkan penafsiran berbeda terhadap posisi dan tujuan massa dalam menyampaikan aspirasi.
Baca juga: Peringatan! Buang Puntung Rokok di Surabaya Bisa Didenda 1 Juta
Karena itu, pihaknya memilih menolak pemberian tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman mengenai independensi gerakan aksi.
Sampai berita ini turun, pantuan aksi di depan Gedung Gerhadi masing lenggang. Mereka sebagianmasih melakukan kegiatan aspirasi di taman Apsari.
Editor : Achmad Supriyadi