Langkah Sigap Bupati Nganjuk Marhaen Tangani Data Kemiskinan Warganya yang Tak Sesuai

Reporter : Yohanes Arberto
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi saat terjun langsung tangani persoalan data kemiskinan warganya. (Foto: Yohanes/selalu.id).

selalu.id - Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Nganjuk kembali menyalurkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kepada masyarakat kurang mampu.

Serah terima bantuan dilaksanakan pada Kamis (5/11/2026) mulai pukul 13.00 WIB, bertempat di dua titik lokasi, yakni Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret dan Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo.

Baca juga: Jasa Pelubangan Plastik Mulsa Banjir Orderan Jelang Musim Tanam Melon di Nganjuk

Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi yang dipelopori Dinas Perkimtan Kabupaten Nganjuk, dengan menggandeng pihak Corporate Social Responsibility (CSR) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk.

Besaran bantuan yang diterima masing-masing penerima manfaat adalah sebesar Rp 10.000.000 dari CSR dan Rp 10.000.000 dari Baznas, sehingga total bantuan yang diterima per titik sebesar Rp 20.000.000.

Salah satu penerima bantuan di Desa Jatirejo adalah Wardi (71). Lansia yang hidup sebatang kara ini tinggal di rumah yang sudah tidak layak huni. Dinding rumahnya rapuh, atap bocor, dan kondisi di dalam rumah sangat memprihatinkan.

Saat meninjau langsung kondisi rumah Wardi, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menemukan fakta bahwa Wardi tercatat masuk Desil 6 dalam data kemiskinan, padahal kondisi rumahnya sangat tidak layak huni.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Marhaen langsung memerintahkan jajarannya untuk melakukan sanggah dan revisi data.

“Kita cek lagi, ternyata beliau ini masuk desil pinten, Pak Carik?” tanya Bupati kepada perangkat desa.

“Desil enam, Pak,” jawab Pak Carik.

“Desil enam itu tidak dapat apa apa mas, tapi gak apa-apa, jangan khawatir. Nanti hari ini langsung kita uruskan, ibaratnya kita sanggah lah ya. Kita sanggah, kita akan revisi kira-kira, paling ndak ini ya desil satu lah ya. Mentok-mentok desil dua gitu ya. Karena memang kondisinya juga tidak mampu,” tegas Marhaen.

“Pokoknya semangat wong Nganjuk. Yuk kita bangun Nganjuk bareng-bareng,” tambahnya.

Baca juga: Pilkades Serentak Gelombang II di Nganjuk Diikuti 234 Desa, Ini Jadwal Coblosannya

Marhaen juga menegaskan proses sanggah akan dilakukan secepatnya pada hari yang sama.

“Ya bisa. Hari ini nanti saya langsung sanggahkan, ya. Harus sat-set lah,” ujarnya.

Sementara itu, bantuan yang diserahkan kali ini bukan berasal dari anggaran Pemda, melainkan murni dari CSR PT Irfai yang selama ini konsisten membantu bedah rumah di Kabupaten Nganjuk.

“Ini yang pertama kita bedah rumahnya. Bukan dari Pemda, ini loh bagusnya Nganjuk itu. Dari CSR-nya beliau. PT-nya apa Mas? PT Irfai. Wah ini perumahan yang banyak membantu bedah rumah di Kabupaten Nganjuk. Kemudian ada lagi dari Baznas tadi, alhamdulillah,” jelas Marhaen.

Irfai selaku pihak CSR mengaku tergerak membantu karena melihat masih banyak warga Nganjuk yang tinggal di rumah tidak layak huni. Ia juga menyebut Bupati Marhaen sangat konsen terhadap persoalan tersebut.

“Itikadnya ya kita tergerak lah dengan, intinya dengan melihat kondisi sebagian warga Nganjuk yang rumahnya tidak layak huni. Jadi kita tergerak untuk bisa saling gotong royong dengan Pak Bupati untuk membantu warga Nganjuk,” ujarnya.

Baca juga: Pengedar asal Kediri Diciduk di Nganjuk, Sabu Disimpan dalam Bungkus Minuman Energi

“Ini Pak Bupati itu sangat konsen, karena sering sekali beliau WA ke saya, bukan apa-apa, ngirimi rumah rusak. ‘Ini dibantu, ini dibantu,’ kayak gitu,” tambah Irfai.

Saat ditanya sudah berapa banyak rumah yang dibantu, Irfai mengaku sudah tidak terhitung jumlahnya sejak periode sebelumnya.

“Wah, sudah banyak sekali. Gak bisa ngitung kita sudah. Semoga kedepannya kita bisa terus membantu warga Nganjuk,” jelasnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Wardi untuk melakukan perbaikan rumah agar menjadi layak huni, sehat, aman, dan nyaman, mengingat usianya yang sudah lanjut dan hidup seorang diri tanpa pendamping.

Program ini merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas permukiman di Kabupaten Nganjuk.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru