Usung Komedi Cinta Beda Alam dan Agama, Film 'Piye To Kih' Siap Kocok Perut Penggemar Bioskop

Reporter : Dony Maulana
Konferensi pers film Piye To Kih di bioskop mal di Surabaya. (Foto: Dony/selalu.id).

selalu.id - Kolaborasi menarik tersaji di industri perfilman Tanah Air. Film terbaru berjudul "Piye To Kih" karya sutradara Ito Mavin bersama Woko Channel dipastikan menyapa pecinta film di seluruh bioskop Indonesia mulai 19 November 2026.

Mengusung genre komedi, drama, dan misteri, film ini membawa pesan mendalam tentang pentingnya memantaskan diri.

Baca juga: Sketsa YouTube Woko Channel jadi Film Layar Lebar "Piye To Kih?": Tayang di Bioskop 19 November

Momen perkenalan jajaran pemain dan kru dikemas hangat lewat acara nonton bersama sekaligus press conference di XXI Royal Plaza Surabaya, Senin (2/11/2026).

Sutradara Ito Mavin mengungkapkan, pemilihan judul "Piye To Kih" berakar dari ungkapan khas yang menggambarkan kerumitan situasi sang tokoh utama, Mukidi.

Kisah berpusat pada dinamika hidup Mukidi yang tengah bangkit dari patah hati. Demi meminang wanita impiannya, Mukidi berjuang membuktikan diri sebagai pria mapan.

Namun, jalan yang ia tempuh justru mengarah pada situasi tak terduga saat rumah murah yang dibelinya membawa pertemuan dengan Sukma, sosok misterius dari alam lain. Tak sekadar beda alam, ikatan keduanya kian rumit akibat perbedaan keyakinan.

"Di era modern ini, begitu banyak orang berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Padahal satu-satunya hal yang harus dilakukan adalah memantaskan diri sendiri," ujar Ito menegaskan inti pesan film tersebut.

Proses perancangan naskah dimulai sejak awal Februari 2025 dan memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 bulan. Tahapan syuting berlangsung intensif selama 20 hari pada Oktober lalu dan resmi tuntas pada 29 Oktober 2026.

Baca juga: Roadshow Film Piye To Kih di Mojokerto, Angkat Genre Komedi, Cinta dan Persahabatan

Menurut Ito, sentuhan Woko Channel menjaga ritme komedi tetap hidup namun dikemas universal agar dekat dengan berbagai kalangan penonton.

Dara Saraswati, pemeran tokoh Sukma, mengaku karakter misterius ini memberi tantangan tersendiri.

Berbeda dari peran-peran drama yang biasa ia lakoni, Dara mengeksplorasi pembawaan karakter non-manusia selama tiga minggu pra-produksi.

"Karakter yang aku perankan bukan manusia, jadi napas, cara bicara, dan gerakannya harus sedikit berbeda. Aku belajar selama sekitar tiga minggu, mencari referensi dan berdiskusi dengan sutradara agar hasilnya maksimal," beber Dara.

Baca juga: Jejak Kejam Ferdy Sambo dalam Film Skenario Sang Jenderal

Film ini juga dibintangi Heri Chandra sebagai Mukidi, Sutrisno Agung sebagai Gendut, dan Eko Dunung sebagai Penyok.

Deretan pemeran pendukung turut meramaikan jalan cerita, mulai dari Gabriella Desta, TJ Ruth, Devina Aureel, Marwoto, hingga Ibnu Gundul.

Petualangan menggelitik trio Mukidi, Gendut, dan Penyok dijamin menyuguhkan gelak tawa sekaligus perenungan bahwa kebahagiaan sejati bermula dari usaha membenahi diri sendiri.

"Kerja keras kita semua tidak sia-sia. Hasilnya cukup memuaskan. Semoga penonton juga menikmatinya," kata Dara penuh harap.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru