selalu.id - Proyek pembangunan Jembatan Candinegoro, Kecamatan Wonoayu mendapat perhatian serius dari Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana setelah menemukan progres pekerjaan masih tertinggal jauh dari target dan progres pembangunan baru mencapai sekitar 17 persen.
Padahal, berdasarkan target pekerjaan, progres pembangunan jembatan tersebut seharusnya sudah berada di angka 45 persen. Kondisi itu menunjukkan adanya deviasi keterlambatan sekitar 28 persen.
Baca juga: Kadin Sebut 10 SPPG Bakal Terbit SLHS, Kadinkes Sidoarjo: Baru Dua Lainnya Belum
Temuan tersebut menjadi perhatian karena proyek jembatan ditargetkan rampung sebelum memasuki musim hujan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meminta kontraktor segera melakukan percepatan agar pekerjaan tidak semakin tertinggal dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Saat berada di lokasi, Mimik juga menyoroti jumlah pekerja yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan pekerjaan. Ketika sidak berlangsung, tenaga kerja yang berada di lokasi hanya sekitar 10 orang.
“Saya sidak langsung, ternyata deviasi keterlambatannya 28 persen. Padahal, ini sudah mau musim hujan. November atau Desember ini sudah harus selesai. Fakta di lapangan kondisinya masih seperti ini. Sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Menurut Mimik, percepatan pekerjaan tidak cukup hanya dengan mempertahankan pola kerja yang berjalan saat ini. Kontraktor diminta menambah tenaga kerja dan menerapkan lembur untuk mengejar ketertinggalan.
"Kontraktor harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Baca juga: Jelang Musim Hujan, Normalisasi Sungai di Sidoarjo Dikebut
Selain persoalan waktu pengerjaan, sidak juga menemukan adanya material yang dinilai tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Salah satunya ditemukan pada besi yang digunakan untuk bagian pancang jembatan.
Mimik meminta material tersebut segera diganti dan disesuaikan dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam perencanaan. Menurutnya, percepatan pekerjaan tidak boleh dilakukan dengan mengabaikan kualitas dan ketentuan teknis konstruksi.
“Tadi ada temuan besi yang tidak sesuai spek. Harus diganti. Speknya seperti apa di perencanaannya. Harus disesuaikan,” jelasnya.
Baca juga: Camat Krian Gandeng Satpol PP Tindak Tegas Pembuang Sampah Liar di Kawasan Kecamatan
Pembangunan Jembatan Candinegoro sendiri memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar. Dengan progres yang masih jauh dari target, kontraktor diminta segera mengambil langkah konkret untuk mengejar keterlambatan.
Mimik menegaskan, target penyelesaian tetap harus menjadi perhatian, terutama mengingat musim hujan diperkirakan segera tiba. Namun, percepatan pekerjaan tetap harus dilakukan dengan memenuhi standar spesifikasi dan kualitas konstruksi.
Jembatan tersebut memiliki peran penting bagi kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Candinegoro dan sekitarnya. Karena itu, pemerintah berharap pekerjaan dapat segera dikebut sehingga selesai sesuai target dan dapat dimanfaatkan masyarakat tanpa mengesampingkan aspek keselamatan serta kualitas bangunan.
Editor : Achmad Supriyadi