selalu.id - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi mengambil langkah tegas dengan memecat Achmad Hidayat dari keanggotaan partai.
Pemecatan eks pengurus partai berlambang banteng moncong putih ini dipicu oleh sederet pelanggaran disiplin, salah satunya buntut dari kunjungannya ke kediaman Joko Widodo (Jokowi) serta manuver politiknya yang menuai kontroversi.
Baca juga: PDIP Jatim Target Rebut Kursi Gubernur di Pilgub 2029
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) DPP PDI Perjuangan, Achmad yang pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya masa bakti 2019–2024 (diperpanjang hingga 2025) tersebut, terbukti melanggar Kode Etik dan Disiplin Anggota Partai.
Daftar pelanggarannya terbilang berat. Achmad dinilai menyalahgunakan kewenangan, meminta dan menerima sejumlah uang tanpa alasan yang sah, melakukan tindakan intimidatif terhadap sesama pengurus, hingga membawa dokumen rahasia partai tanpa izin resmi.
Sebelum pemecatan ini, DPP PDIP sebenarnya sempat menjatuhkan sanksi pembebastugasan dari jabatannya atas pelanggaran AD/ART.
Namun, poin yang paling menyedot perhatian publik adalah manuver Achmad terkait sosok Jokowi. Beberapa hari usai sowan ke rumah mantan Presiden RI tersebut, Achmad secara terbuka melontarkan pernyataan yang meminta PDIP mempertimbangkan rehabilitasi status keanggotaan Jokowi sebagai kader.
Sikap Achmad tersebut dinilai DPP PDIP sebagai bentuk pembangkangan terbuka terhadap garis keputusan partai.
Baca juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Mahasiswa di Surabaya Tersendat, PDIP Buka Posko Bantuan
“Pemecatan terhadap Joko Widodo telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku di PDI Perjuangan,” bunyi salah satu pertimbangan dalam SK pemecatan tersebut.
DPP PDIP menegaskan bahwa tindakan Achmad bukan merupakan kewenangannya dan telah mencederai nama baik, martabat, serta wibawa partai.
Keputusan final ini merujuk pada Petikan Rekomendasi Komite Etik dan Disiplin PDI Perjuangan Nomor 50/K.E.D-PDIP/VIII/2026 tertanggal 28 Agustus 2026.
Achmad Hidayat saat dikonfirmasi membenarkan kabar pencoretan dirinya dari keanggotaan partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.
Baca juga: Naikkan Standar Kompetisi, Soekarno Cup 2026 Gunakan Wasit Liga 1 dan Teknologi VAR
“Betul (saya dipecat),” kata Achmad saat dikonfirmasi selalu.id, Senin (14/9/2026).
Ditanya mengenai rumor langkah politik selanjutnya, termasuk kabar dirinya yang mengarah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Achmad masih enggan membeberkan secara gamblang.
“Belum tahu mbak (soal pindah ke PSI),” ungkapnya.
Editor : Zein Muhammad