selalu.id - CitraLand Surabaya membenarkan bahwa di kawasannya ada pengelolaan air bersih mandiri.
Jika nantinya pengelolaan air itu dialihkan melalui kerja sama dengan PDAM Surya Sembada Surabaya, pihaknya sangat terbuka.
Baca juga: Tersandung Kasus Dugaan Aborsi, Tio Ferdian Dicopot dari Anggota Paguyuban Cak dan Ning Surabaya
Manajemen CitraLand juga menegaskan, pengelolaan air secara mandiri selama ini bukan karena adanya keistimewaan bagi kawasan perumahan elite.
Sistem tersebut dibangun karena jaringan PDAM belum menjangkau CitraLand ketika kawasan mulai dikembangkan.
Lantas, apakah ini artinya PDAM Surabaya tidak mampu mengelola?
City Manager CitraLand Surabaya, Maria Nancy Rosalina, mengatakan pengelolaan air mandiri telah dilakukan sejak sekitar tahun 1993.
“Pada saat itu PDAM belum bisa men-support kami. Akhirnya kami membangun sendiri SPAM untuk memenuhi kebutuhan warga yang tinggal di CitraLand,” jelasnya kepada selalu.id, Rabu (12/8/2026).
Menurut Nancy, pembangunan sistem air mandiri merupakan konsekuensi pengembangan kawasan. CitraLand harus memastikan kebutuhan dasar penghuni, termasuk air bersih, tersedia meski jaringan PDAM saat itu belum sampai ke kawasan tersebut.
CitraLand kemudian membangun jaringan perpipaan sendiri dengan mengambil air baku dari Sungai Brantas. Air tersebut selanjutnya diolah melalui instalasi pengolahan air sebelum didistribusikan kepada warga.
Seiring perkembangan jaringan PDAM Surabaya, sebagian kawasan CitraLand kini telah mendapatkan pasokan PDAM. Salah satunya CitraLand Utara yang telah mendapat suplai penuh.
General Manager CitraLand Utara, Vica Yustisiana, mengatakan kerja sama dengan PDAM di kawasan tersebut telah berjalan sejak sekitar tahun 2021, setelah adanya tambahan pasokan dari SPAM Umbulan.
“Sekitar 2021, Umbulan mulai membantu menambah volume. CitraLand Utara kebetulan dekat dengan jaringan instalasi pipa Umbulan sehingga sudah bisa di-support. Kami sudah bekerja sama dengan PDAM,” katanya.
Vica menyebut kawasan CitraLand Utara yang mendapat pasokan PDAM mencapai sekitar 400 hektare.
Baca juga: CitraLand Surabaya Tegaskan Izin Pengelolaan Air Mandiri Masih Aktif, Juga Lengkap dengan KBLI
“Jadi sebenarnya kami bukan sama sekali tidak ada kerja sama dengan PDAM. Di daerah utara sudah full di-support,” ungkapnya.
Sementara itu, kawasan CitraLand lainnya, khususnya sisi barat, masih mengandalkan sistem pengelolaan air mandiri.
Menurut City Manager CitraLand Surabaya, Nancy menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan berarti pihaknya menolak masuknya jaringan PDAM.
CitraLand justru siap bekerja sama jika kapasitas PDAM sudah mampu memenuhi kebutuhan air kawasan sekaligus tidak mengurangi pasokan untuk masyarakat di sekitar.
“Prinsipnya kami terbuka dengan opsi kerja sama bersama PDAM. Warga CitraLand juga warga Surabaya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan layanan PDAM,” tegasnya.
Nancy menambahkan, kesiapan tersebut juga berkaitan dengan kapasitas pasokan. Pihaknya tidak ingin kebutuhan air CitraLand justru mengurangi kemampuan PDAM dalam melayani warga di kawasan sekitar.
Nancy juga menegaskan pengelolaan air mandiri bukanlah bentuk keistimewaan bagi CitraLand.
Baca juga: Penanganan Banjir di Surabaya Masih Setengah Hati, DPRD Bongkar Penyebabnya
“Bukan karena kita punya hak istimewa. Pada waktu itu memang jaringan PDAM belum ada. Kalau rumah dibangun tetapi airnya tidak ada, kami harus menyediakan sendiri,” jelasnya.
Bahkan, CitraLand harus membangun jaringan perpipaan dari sumber air baku yang berjarak sekitar 10 kilometer hingga ke kawasan. Investasi tersebut dilakukan sejak kawasan masih dalam tahap awal pengembangan.
Nancy memastikan, pengelolaan air mandiri tidak akan dipertahankan jika ke depan jaringan dan kapasitas PDAM sudah mampu memenuhi kebutuhan CitraLand serta masyarakat di sekitarnya.
“Kalau PDAM mampu dan sudah tercukupi semua, kami pasti tidak keberatan untuk bekerja sama dengan PDAM,” ujarnya.
Nancy menyebut air bukan merupakan bisnis utama pengembang, melainkan bagian dari fasilitas yang harus disediakan untuk penghuni kawasan.
“Ini bukan bisnis utama kami. Air adalah fasilitas yang harus kami sediakan untuk warga. Jadi kalau nanti PDAM memang sudah mampu memenuhi semuanya, kami terbuka untuk bekerja sama,” pungkasnya.
Editor : Zein Muhammad