selalu.id - Dulu, area di pinggir Sungai di Balongcangkring II, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajuritkulon, Mojokerto hanya jadi lahan kosong. Kini, suara cangkul dan tawa warga Kelompok Tani Bangun Jaya menggantikannya.
Di bawah kepemimpinan Eko Darsono, 200 pohon jeruk Siam Madu ditanam di atas lahan bantaran seluas sekitar 10 hektare.
Baca juga: 7 Penghargaan Disabet Kabupaten Mojokerto di Peringatan Harganas Ke-33 Provinsi Jatim 2026
Pohon-pohon yang kini berusia 5 tahun itu bukan sekadar tanaman. Bagi Eko dan 20-an anggota kelompoknya, itu adalah cara mereka ikut menjaga anak-anak Mojokerto tetap sehat.
"Hari ini kita panen tiga kuintal. Hasilnya langsung untuk SPPG," kata Eko sembari menata keranjang jeruk yang baru dipetik, Jumat (31/7/2026).
SPPG yang ia maksud adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Artinya, jeruk yang manis ini akan jadi buah tambahan di menu makan bergizi anak sekolah di Mojokerto.
Baca juga: Kejari Kota Mojokerto Lelang Mobil hingga Motor, Catat Tanggal dan Jamnya
Sebenarnya, kebun ini bisa menghasilkan lebih banyak. Eko menyebut sekali panen bisa tembus 5 sampai 6 kuintal. Tapi mereka memilih pelan-pelan. Panen disesuaikan dengan jadwal kebutuhan SPPG, supaya pasokan tidak putus.
"Kita nggak mau buru-buru. Biar terus ada, biar anak-anak terus dapat," ujarnya.
Setiap kilogram jeruk dihargai Rp15.000. Dari sekali panen tiga kuintal, kelompok tani bisa mengantongi sekitar Rp1,5 juta. Uang itu diputar lagi untuk pupuk, perawatan, dan upah warga yang ikut merawat.
Baca juga: Potret Miris Akses Kesehatan Warga di Dusun Jlopo Mojokerto
Bagi Kepala SPPG Jabon Mojokerto, Yanse Young Pribadi, kerja sama ini lebih dari soal jual-beli.
"Kita ingin memberdayakan petani kita sendiri. Kalau petani maju, anak-anak kita juga ikut sehat dan maju," katanya.
Dari lahan yang dulu tak dianggap, kini tumbuh rezeki. Ada buah untuk anak sekolah, ada penghasilan untuk petani, dan ada bukti bahwa kalau digarap bareng-bareng, bantaran sungai pun bisa jadi kebun harapan.
Editor : Zein Muhammad