Atasi Kendala Transportasi Warga Miskin, Pemkab Jember Luncurkan Layanan Kesehatan Home Care

Reporter : Ahmad Nurul Wijaya
Pelepasan mobil Home Care oleh Bupati Jember Muhammad Fawait. (Foto: Nurul/selalu.id).

selalu.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memperkuat pelayanan kesehatan berbasis jemput bola dengan menyiagakan 50 armada Home Care yang akan melayani masyarakat hingga ke rumah-rumah. 

Kesiapan armada tersebut ditandai melalui apel yang dipimpin langsung Bupati Jember Muhammad Fawait di halaman Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Kamis (23/7/2026).

Baca juga: Kejari Jember Tetapkan Tiga Tersangka dalam Dugaan Korupsi Bank Jatim Rp2,9 Miliar

Program Home Care disiapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama warga kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, serta balita yang mengalami stunting.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, meski seluruh warga ber-KTP Jember telah dijamin melalui program Universal Health Coverage (UHC), masih banyak masyarakat yang belum dapat menikmati layanan kesehatan karena terkendala biaya transportasi menuju puskesmas maupun rumah sakit.

"Masih ada warga yang tidak bisa berobat bukan karena biaya pengobatannya, tetapi karena tidak memiliki ongkos untuk datang ke fasilitas kesehatan. Melalui Home Care, pemerintah yang akan mendatangi mereka," jelasnya.

Fawait mengatakan Jember masih menghadapi tantangan besar di sektor kesehatan karena menjadi salah satu daerah dengan jumlah penduduk miskin tertinggi di Jawa Timur. 

Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tingginya kasus stunting, angka kematian ibu dan bayi, serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

Baca juga: Langkah Nyata Pemkab Jember dalam Hadirkan Layanan Gratis dan Sejahterakan Guru Ngaji

Melalui layanan Home Care, tenaga kesehatan akan melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah pasien, memberikan pengobatan, melakukan konsultasi dengan dokter melalui jejaring rumah sakit, hingga memberikan rujukan apabila diperlukan penanganan lanjutan.

Selain pelayanan medis, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan sembako secara berkala kepada keluarga kurang mampu sebagai bentuk dukungan terhadap proses pemulihan kesehatan.

Untuk menjalankan program tersebut, Pemkab Jember menerjunkan sekitar 1.200 tenaga kesehatan yang akan bekerja berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) agar pelayanan berjalan optimal dan tepat sasaran.

Fawait menegaskan, program ini diharapkan mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih merata. 

Baca juga: Sinergi Nasional dari Jember, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Kemudahan Usaha dan Pembiayaan Murah

Menurutnya, jika selama ini dokter keluarga identik dengan masyarakat mampu, kini warga kurang mampu di Jember juga akan mendapatkan pendampingan kesehatan secara langsung melalui Home Care.

Armada yang digunakan tidak seluruhnya berasal dari pengadaan baru. Sebagian kendaraan merupakan mobil dinas milik sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang dialihkan fungsinya menjadi kendaraan pelayanan masyarakat sebagai bentuk efisiensi anggaran dan optimalisasi aset pemerintah.

"Semua aset pemerintah harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Home Care kami harapkan menjadi inovasi pelayanan publik yang dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Jember," papar Fawait.

Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperluas akses layanan kesehatan hingga menjangkau masyarakat yang selama ini sulit memperoleh pelayanan medis secara langsung. (ADV).

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru