selalu.id – Desa Tingal Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, menjadi salah satu sentra pelestarian jenang lot, kuliner tradisional khas Magelang yang pembuatannya menuntut kesabaran dan ketelatenan tinggi. Di tengah gempuran makanan modern, masyarakat setempat tetap menjaga resep dan cara pembuatan asli yang diwariskan turun-temurun.
Bahan utama pembuatan jenang lot sangat sederhana, namun membutuhkan takaran yang tepat: tepung ketan putih, gula jawa asli, dan santan kelapa kental. Meski tampak mudah, proses memasak dan mengaduk adonan di atas wajan dengan api kecil berlangsung terus-menerus selama kurang lebih empat jam hingga berubah menjadi tekstur karamel yang kenyal, padat, dan legit.
Mbok Sum (58), pengrajin jenang lot yang telah berkecimpung belasan tahun di Desa Tingal Wanurejo, menjelaskan setiap tahapan pembuatan tidak boleh dilewatkan begitu saja.
"Kunci jenang lot yang enak dan tahan lama ada pada kesabaran saat mengaduk dan takaran bahan yang pas," ujar Mbok Sum kepada selalu.id, Selasa (7/7/2026).
Berikut tahapan lengkap proses pembuatan jenang lot yang dilakukan para pengrajin:
Persiapan Bahan
Takaran standar yang digunakan adalah 500 gram tepung ketan putih, 500 gram gula merah yang disisir halus, serta 900 ml santan kelapa kental dan sedikit garam untuk penyeimbang rasa.
Pemasakan Awal
Santan direbus bersama gula merah dan garam sambil terus diaduk hingga mendidih dan gula larut sepenuhnya. Larutan kemudian disaring untuk memisahkan kotoran, lalu didiamkan hingga suhunya turun ke suhu ruang.
Pencampuran Adonan
Tepung ketan dimasukkan ke wadah, lalu larutan santan dan gula dituangkan secara bertahap. Adonan diaduk hingga rata, licin, kalis, dan tidak menyisakan gumpalan tepung.
Proses Inti Pengadukan
Adonan disaring kembali ke wajan anti lengket, lalu dimasak dengan api paling kecil. Selama dua hingga empat jam, adonan harus diaduk tanpa henti agar tidak gosong dan minyak alami dari santan keluar sempurna. Proses inilah yang menghasilkan tekstur jenang yang mengilap dan rasa yang khas.
Pencetakan dan Pemotongan
Setelah adonan terasa sangat berat, kental, dan tidak lengket lagi di spatula, adonan diangkat lalu dituang ke loyang yang sudah diolesi minyak dan dialasi daun pisang. Permukaannya diratakan dan dipadatkan.
Baca juga: Wisata Semarang Cocok Dikunjungi Bareng Anak pada Libur Sekolah
"Jenang kemudian didiamkan berjam-jam hingga dingin dan padat sempurna, biasanya didiamkan semalaman. Terakhir, jenang dikeluarkan dari cetakan dan dipotong-potong menggunakan pisau yang dilapisi plastik atau diolesi minyak agar tidak lengket," terangnya.
Baca juga: Foto: Menikmati Rintik Hujan hingga Kuliner di Jalan Hefang Hangzhou
Jenang lot buatan warga Desa Tingal Wanurejo kini kerap menjadi buruan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Borobudur, sekaligus menjadi salah satu sumber pendapatan ekonomi kreatif masyarakat setempat.
Editor : Redaksi