Penampakan Terkini Pagar Grahadi Surabaya yang Dirusak Pendomo saat Ricuh

Reporter : Ade Resty
Penampakan pagar besi di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang dirusak pendemo saat ricuh. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Pagar besi di Gedung Negara Grahadi Surabaya terlihat rusak cukup parah imbas demo anarkis pada Jumat (26/6/2026) malam.

Pantauan selalu.id, pagar besi yang sebelumnya dipasang sebagai bagian dari proyek renovasi itu bahkan hampir seluruhnya terlepas.

Baca juga: 172 PPDS FK Unair Muntah dan Pusing, Begini Kondisinya 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengatakan kerusakan tersebut menjadi perhatian serius karena material pagar yang copot berpotensi digunakan sebagai alat untuk melakukan aksi perusakan.

“Memang saat ini sedang dalam proses renovasi, termasuk pagarnya. Tadi akibat demonstrasi ada kerusakan sehingga hampir semua besi pagar sudah lepas. Kalau tidak diamankan, nanti justru bisa dijadikan senjata untuk melakukan perusakan lagi,” katanya

Emil menjelaskan, aksi yang dilakukan sebagian massa sudah tidak lagi sebatas menyampaikan aspirasi, melainkan mengarah pada tindakan yang mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

Baca juga: Hindari Penyekapan, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Perwali Penyaluran ART di Surabaya

“Ada sebagian yang bukan lagi fokus menyuarakan aspirasi, tetapi bagaimana caranya merusak. Tindakan seperti ini tentu bisa berdampak lebih luas terhadap stabilitas keamanan,” ungkapnya.

Emil menegaskan pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat. Namun, tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum tidak dapat dibenarkan.

“Kalau aspirasi masyarakat tentu harus kita dengarkan. Pemerintah selalu membuka telinga. Tetapi kalau tujuannya sudah merusak, tentu harus ada tindakan pengamanan,” tegasnya.

Baca juga: SPKLU di DPRD Jatim Diresmikan, Ali Kuncoro: Terbuka untuk Masyarakat Umum

Pihaknya mengapresiasi aparat kepolisian yang dinilai mampu mengendalikan situasi secara humanis meski menghadapi berbagai ancaman di lapangan.

“Petugas juga mendapat risiko. Mereka dilempari, diserang, bahkan ada dugaan bom molotov. Namun proses pengamanan tetap dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan mengedepankan pendekatan humanis,” ujar Emil.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru