selalu.id - Kecelakaan tunggal di Jalan Margorejo Indah, Wonocolo, Surabaya yang menyebabkan tewasnya Laila Endriati (69), warga Bubutan kota setempat, kini terus diselidiki pihak kepolisian.
"Terkait kasusnya sedang kita selidiki. Kemarin sudah kita asistensi untuk perbaikan sistem keselamatan di lokasi kecelakaan," kata Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, Selasa (16/6/2026).
Baca juga: Surabaya Utara jadi Penyumbang Terbanyak Nikah Usia Muda
Galih menyebut bahwa dalam penyelidikan, Tim Unit Gakkum Satlantas berkolaborasi dengan Satreskrim.
Beberapa pihak yang dianggap harus bertanggung atas proyek maut di Margorejo itu akan segera dipanggil dan dimintai keterangan.
"Kita berkoordinasi dengan Satreskrim dan Polsek Wonocolo. Kedepannya, kita akan panggil semua pihak-pihak yang bertanggungjawab," jelasnya.
Seperti diketahui, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.55 WIB. Saat itu bermula saat Edy Parlin berboncengan dengan Laila Endriati. Motor Honda Supra X bernopol L 5478 AAE itu melaju dari arah timur ke barat. Di depan pasutri lansia itu, ada dua kendaraan roda empat.
Baca juga: Mahasiswa Surabaya Sebut Program MBG hanya Mencerdaskan Vendor
Salah satu mobil berbelok menuju area pusat perbelanjaan. Edy kemudian berusaha menyalip satu kendaraan yang di depannya.
Namun, usahanya untuk mendahului dari sebelah kiri itu gagal. Ia tidak mengetahui jika proyek gorong-gorong di sana.
Minimnya rambu peringatan dan penerangan mengaburkan mata kakek 65 tahun tersebut. Keduanya pun terperosok ke dalam lubang galian yang menganga dan tak terjangkau oleh road barrier yang jumlahnya terbatas.
Baca juga: IIFEX dan ALLPACK Surabaya 2026, Cara Krista Exhibitions Dukung Ekonomi Jatim
Kejadian tersebut pun kini menjadi perhatian banyak pihak. Sampai-sampai Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi minta Inspektorat mengusut proyek maut tersebut. Ia juga memberi ultimatum kepada kontraktor dan dinas terkait.
Selain itu, DPRD Surabaya juga turut mengevaluasi proyek di depan Plaza Marina itu. Kontraktornya segera dilakukan pemanggilan.
Editor : Zein Muhammad