selalu.id - Terminal Petikemas (TPK) Perawang resmi melakukan go live sistem operasional Terminal Operating System (TOS) Nusantara.
Ini merupakan langkah strategis bagian dari transformasi digital guna menciptakan standardisasi dan efisiensi layanan terminal peti kemas di seluruh Indonesia.
Baca juga: TPS Raih 4 Penghargaan Dalam Kinerja dan Penerapan Manajemen Risiko
Implementasi TOS Nusantara di TPK Perawang telah melalui persiapan matang sejak September 2025. Persiapan tersebut meliputi pelatihan sumber daya manusia (SDM), uji coba operasional, hingga pembenahan infrastruktur fisik dan jaringan.
Terminal Head TPK Perawang, Dida Darojat menjelaskan bahwa perubahan paling signifikan dalam penerapan TOS Nusantara adalah digitalisasi seluruh aktivitas operasional, baik dalam proses perencanaan, pengawasan kegiatan bongkar muat, receiving delivery, maupun penanganan (handling) peti kemas internasional.
Sistem ini juga mengoptimalkan fungsi perencanaan dan pengendalian operasi (planning and control), sehingga koordinasi antar lini menjadi lebih solid.
“Kami berharap go live sistem ini dapat meningkatkan efisiensi pelayanan, mempercepat proses administrasi, dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna jasa. Selain itu, data kinerja yang dihasilkan kini lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,” kata Dida dalam keterangannya, Rabu (22/4/2026).
Abdul Imam, Kepala Operasional PT Tanto Intim Line Pekanbaru menyatakan bahwa integrasi sistem yang mulai berjalan telah memberikan dampak terhadap peningkatan koordinasi operasional di lapangan.
Namun demikian, ia menekankan perlunya evaluasi secara berkala untuk memastikan sistem dapat berjalan optimal seiring dengan adaptasi para pengguna.
Baca juga: Mahasiswa Statistika Bisnis ITS Pelajari Penerapan ISO 9001:2015 di Terminal Petikemas Surabaya
“Integrasi sistem yang mulai berjalan saat ini sudah memberikan dampak positif terhadap peningkatan koordinasi operasional di lapangan. Namun, kami memandang evaluasi secara berkala tetap diperlukan agar sistem dapat terus dioptimalkan seiring dengan proses adaptasi para pengguna,” jelasnya.
Apresiasi serupa disampaikan Antony Yuzendra, perwakilan PT Temas Shipping Pekanbaru, yang menilai penerapan TOS Nusantara sebagai langkah signifikan dalam mendorong transformasi digital di sektor kepelabuhanan. Menurutnya, sistem ini memungkinkan proses monitoring dilakukan secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan efisiensi operasional.
“Ke depan, kami berharap integrasi sistem dapat diperluas hingga mencakup konektivitas end-to-end dengan sistem pelayaran, sehingga pertukaran data dapat dilakukan secara otomatis tanpa proses manual,” katanya.
Sementara itu, perwakilan PT Bintang Bersinar Ceria menilai implementasi sistem tersebut telah memberikan kemudahan nyata bagi operasional di lapangan.
Baca juga: Kinerja Arus Terminal Petikemas Surabaya Catatkan Tren Positif, Berikut Rinciannya
“Kami menilai digitalisasi proses mampu mengurangi beban kerja manual, mempercepat alur administrasi, serta meminimalkan potensi kesalahan input data, sehingga mendukung peningkatan produktivitas layanan secara keseluruhan,” jelasnya.
Dengan hadirnya TOS Nusantara, TPK Perawang semakin siap memperkuat ekosistem logistik nasional melalui pengelolaan operasional terminal yang lebih modern, transparan, dan berbasis data.
Implementasi sistem ini memungkinkan peningkatan akurasi perencanaan dan pengendalian operasional, mempercepat proses layanan, serta menghadirkan visibilitas yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan.
Editor : Zein Muhammad