selalu.id - Tingginya minat masyarakat terhadap dunia otomotif mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembangunan sirkuit balap seluas sekitar 20 hektare.
Fasilitas tersebut direncanakan mulai dapat dimanfaatkan pada 2027 sebagai wadah resmi bagi para pecinta balap motor untuk menyalurkan hobi dan bakatnya secara aman.
Baca juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu
Rencana itu disampaikan di sela penyelenggaraan Jayandaru All 2 Stroke Sidoarjo Vol. I yang berlangsung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sidoarjo.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mengakomodasi besarnya komunitas motor 2-tak yang masih eksis dan terus berkembang di berbagai daerah, Minggu (31/5/2026).
Menurut Subandi, kehadiran sirkuit nantinya diharapkan mampu mengurangi praktik balap liar yang masih kerap ditemukan di jalan raya.
Pemerintah ingin menyediakan ruang yang tepat bagi generasi muda yang memiliki ketertarikan terhadap olahraga otomotif.
“Nantinya pada tahun 2027 akan ada track atau sirkuit dengan luas sekitar 20 hektare yang dapat memanjakan pecinta balap. Dengan adanya fasilitas tersebut, anak-anak muda yang memiliki hobi balap bisa difasilitasi dengan baik sehingga tidak lagi balapan di jalan umum,” katanya.
Subandi mengatakan, besarnya animo masyarakat terhadap kegiatan otomotif terlihat dari membludaknya peserta yang hadir dalam ajang tersebut.
Baca juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim
Sebanyak 110 peserta dari berbagai daerah ambil bagian, mulai dari Jawa Tengah, Banjarmasin, Ambon, hingga sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa motor 2-tak masih memiliki tempat tersendiri di hati para penggemarnya. Tidak hanya kalangan muda, pecinta kendaraan dengan karakter suara khas tersebut juga datang dari berbagai kelompok usia.
“Melalui event ini, merupakan wisata serta hiburan pecinta motor 2-tak. Kendaraan ini banyak pecintanya dan tidak melihat usia, dari muda hingga tua. Antusias peserta luar biasa bahkan tidak hanya masyarakat Sidoarjo saja yang berpartisipasi namun juga seluruh Indonesia,” jelasnya.
Pemerintah daerah melihat kegiatan komunitas seperti ini tidak semata menjadi ajang berkumpul para penghobi otomotif. Di balik ramainya peserta yang datang, terdapat dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha pendukung sektor otomotif.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga
Mulai dari bengkel, penjual suku cadang, hingga pelaku UMKM yang menyediakan berbagai kebutuhan kendaraan turut memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas komunitas motor 2-tak. Karena itu, Pemkab Sidoarjo berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda berkelanjutan.
“Tentu akan ada kegiatan kembali, baik tahun 2027 maupun akhir tahun nanti. Kami siapkan hadiah-hadiah menarik agar animo pecinta motor 2-tak ini terus meningkat dan bisa dinikmati masyarakat Sidoarjo khususnya serta seluruh Indonesia,” papar Subandi.
Pada kegiatan perdana tersebut, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta, termasuk satu unit sepeda motor Ninja sebagai hadiah utama. Kehadiran hadiah tersebut semakin menambah semangat peserta yang datang dari berbagai penjuru tanah air.
Dengan kombinasi antara penyelenggaraan event otomotif dan rencana pembangunan sirkuit permanen, Pemkab Sidoarjo berupaya menciptakan ruang yang lebih aman bagi komunitas balap motor sekaligus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi yang berkaitan dengan dunia otomotif.
Editor : Zein Muhammad