selalu.id - Komplotan begal bersenjata tajam (bersajam) gagal beraksi di Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya.
Aksi yang dilakukan pada Minggu (24/5/2026) malam itu gagal setelah korban berteriak minta tolong. Pelaku panik, kabur, bahkan sampai motornya tertinggal.
Baca juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba
Korbannya diketahui merupakan seorang pemuda asal Wonogiri, Jawa Tengah. Dalam kejadian tersebut korban sempat dipukul dan motornya nyaris dibawa kabur oleh komplotan begal tersebut.
IAF, salah satu saksi mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 21.00 WIB. Saat itu ia sedang melintas dari arah barat menuju timur sebelum mendengar teriakan korban meminta pertolongan.
“Kejadiannya sekitar jam 9-an. Awalnya saya dari barat menuju ke timur, ada orang teriak minta tolong. Saya berhenti dan menanyakan kepada korban kenapa kok minta tolong,” katanya, Kamis (28/5/2026).
Menurut IAF, korban saat itu dalam kondisi syok. Sejumlah pedagang hewan kurban dan tukang tambal ban di sekitar Jalan Pakis Tirtosari IV membantu menenangkan korban dan menepikan sepeda motornya.
Berdasarkan cerita korban, peristiwa bermula saat dirinya hendak menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Mayjend Sungkono. Karena tidak mengetahui akses jalan, korban kemudian berhenti untuk membuka aplikasi Google Maps di ponselnya.
Baca juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya
Saat itulah korban didatangi empat motor yang ditumpangi para pelaku dari arah belakang. Salah satu pelaku kemudian mengeluarkan senjata tajam dan mengancam korban.
Korban yang ketakutan langsung berusaha kabur meninggalkan sepeda motornya. Namun sebelum melarikan diri, korban sempat dipukul pada bagian kepala oleh pelaku.
Korban lalu spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar sehingga membuat komplotan begal panik dan melarikan diri.
Baca juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam
“Setelah menggeser motor korban ternyata ada salah satu motor diduga milik pelaku tertinggal. Pelaku diduga meninggalkan motor karena panik korban teriak-teriak,” ungkap IAF.
Di dalam jok motor yang diduga milik pelaku, warga menemukan alat pengisian daya ponsel, perangkat kunci keyless, serta STNK kendaraan.
Motor tersebut selanjutnya diserahkan kepada polisi yang datang ke lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Editor : Zein Muhammad