Antisipasi Ancaman Tuberkulosis, Pemkab Sidoarjo Libatkan PKK hingga Desa Siaga

Reporter : Ariyanto
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi saat sosialisasi. (Dok. Diskominfo Sidoarjo).

selalu.id - Ancaman tuberkulosis (TB) di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Di tengah ribuan kasus yang masih ditemukan, Pemkab Sidoarjo memasang target eliminasi TB lebih cepat dari target nasional, yakni pada tahun 2028.

Baca juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu

Upaya percepatan itu dilakukan melalui penguatan deteksi dini, perluasan layanan pengobatan hingga pelibatan aktif kader PKK dan masyarakat dalam pendampingan pasien maupun edukasi lingkungan sehat.

Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat terdapat sekitar 5.800 kasus TB. Dari jumlah tersebut, penanganan telah mencapai sekitar 91 persen atau sekitar 5.700 kasus. Pemerintah daerah pun terus memperluas penemuan kasus suspect TB melalui screening aktif di tengah masyarakat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Djoko Setijono mengatakan, layanan pengobatan TB kini telah tersedia di 170 fasilitas pelayanan kesehatan yang tersebar di wilayah Sidoarjo.

Selain memperkuat fasilitas kesehatan, pembentukan Desa Siaga TB juga terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kecamatan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan sekaligus menekan potensi penularan di lingkungan masyarakat.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi mengatakan, kader PKK memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan TB karena berada langsung di tengah masyarakat dan keluarga.

“PKK fokus pada deteksi dini, pendampingan pasien, dan promosi lingkungan sehat untuk memutus rantai penularan tuberkulosis,” ujarnya.

Sriatun juga mengajak masyarakat membiasakan gerakan “Pentasuling” atau pepe bantal, kasur dan guling untuk menjaga kebersihan perlengkapan tidur serta mengurangi risiko penyebaran penyakit di rumah.

Baca juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar tidak memberikan stigma negatif kepada penderita TB.

Menurutnya, pasien membutuhkan dukungan agar disiplin menjalani pengobatan hingga sembuh.

“Jangan takut kepada pasien TB dan jangan sampai dikucilkan. Mereka butuh diajak komunikasi, diberikan dukungan agar rutin minum obat, kontrol, dan menjaga pola makan sehat meski tidak harus mahal,” jelas Sriatun.

Ia juga meminta pasien TB tetap disiplin menggunakan masker guna mencegah penularan kepada orang lain.

Sementara itu, dokter spesialis paru, Bagus Wicaksono menjelaskan bahwa TB merupakan penyakit menular yang penyebarannya cukup cepat apabila tidak segera ditangani. Bahkan satu penderita TB dapat menularkan penyakit kepada 15 hingga 20 orang lainnya.

Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga

Ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Khusnul Khotimah menambahkan, kondisi lingkungan menjadi faktor penting dalam penularan TB, mulai dari ventilasi rumah, pencahayaan, kepadatan penghuni hingga kelembaban ruangan.

Menurutnya, rumah sehat idealnya memiliki ventilasi memadai dengan tingkat kelembaban sekitar 60 persen agar sirkulasi udara berjalan baik.

“TB adalah tanggung jawab kita bersama. Kolaborasi petugas TB dengan petugas sanitarian sangat penting untuk menemukan, mengobati hingga pasien sembuh,” jelasnya.

Selain penguatan layanan kesehatan, Pemkab Sidoarjo juga terus mendorong imunisasi dasar lengkap serta gerakan menjaga kebersihan lingkungan rumah sebagai langkah pencegahan TB di masyarakat.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru