selalu.id - Kondisi Gedung Juang 45 Pancasila di Jalan Ahmad Yani, Sidoarjo, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo setelah Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melakukan peninjauan langsung, Senin (18/5/2026).
Bangunan yang selama ini menjadi pusat aktivitas organisasi veteran sekaligus menyimpan koleksi sejarah perjuangan itu dinilai membutuhkan penanganan serius karena sejumlah bagian gedung tampak kurang terawat.
Baca juga: Diperas, Kehilangan Kerja dan Foto Syurnya Tersebar: Ibu di Sidoarjo Awalnya Hanya Pinjam Rp200 Ribu
Dalam kunjungannya, Mimik berkeliling meninjau hampir seluruh area gedung, termasuk museum perjuangan yang berada di dalam kompleks tersebut.
Dari hasil peninjauan itu, ia menilai kondisi bangunan sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan menyeluruh, meski hingga kini masih digunakan sebagai Kantor Sekretariat Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sidoarjo, Dewan Harian Cabang (DHC) Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sidoarjo, hingga Primkoppabri.
Menurutnya, keberadaan museum perjuangan di dalam Gedung Juang 45 Pancasila memiliki nilai penting sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.
Apalagi museum tersebut masih rutin dikunjungi pelajar untuk mengenal peninggalan perjuangan kemerdekaan.
“Saya melihat sendiri kondisinya memang kurang layak. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo harus memperbarui dan harus menjaga, karena juga ada museum. Museum itu harus kita pelihara, jangan sampai hilang atau tidak terawat. Saya mohon nanti bagian aset atau OPD yang terkait untuk lebih memperhatikan lagi, terutama gedungnya,” jelasnya.
Baca juga: Foto Syur Tersebar di Grup WA, Ibu Muda di Sidoarjo Cari Keadilan ke Polda Jatim
Gedung Juang 45 Pancasila sendiri merupakan bangunan bersejarah yang diresmikan pada 18 Desember 1984 oleh Pangdam VIII Brawijaya Mayjen TNI Soelarso.
Lokasinya yang berada di pusat kota membuat keberadaan gedung tersebut dinilai strategis sekaligus memiliki nilai historis bagi masyarakat Sidoarjo.
Selain meninjau kondisi fisik bangunan, Mimik juga melihat langsung sejumlah koleksi peninggalan sejarah yang masih tersimpan di museum.
Beberapa di antaranya berupa koin lama, bendera perjuangan, hingga replika senjata berbahan kayu yang masih dipertahankan pengelola museum.
Baca juga: Pemkab Sidoarjo Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Siapkan 4 Paket Umrah untuk Warga
“Ini kan ada di tengah-tengah kota. Jadi harus kita pertahankan, kita kembalikan ke aslinya seperti apa, tinggal kita renovasi supaya tetap indah dan terawat. Tadi itu saya menemukan koin, terus bendera masih ada, senjata-senjata masih dari kayu itu juga harus kita rawat, kita pertahankan, jangan sampai hilang atau rusak," tegas Mimik.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo disebut akan segera melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk membahas langkah renovasi gedung tersebut.
Upaya itu dilakukan agar bangunan bersejarah tersebut tetap terjaga sekaligus mampu menjadi pusat pembelajaran sejarah perjuangan bagi masyarakat.
Editor : Zein Muhammad