Kebakaran di Gedung PPJT RSUD dr Soetomo Surabaya, Sistem Hidran Disorot

Reporter : Ade Resty
Gedung PPJT di RSUD dr Soetomo Surabaya. (Foto: Ade/selalu.id).

selalu.id - Insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) menjadi bahan evaluasi besar bagi RSUD dr Soetomo Surabaya.

Manajemen rumah sakit kini menyoroti sistem hidran dan kesiapsiagaan penanganan kebakaran setelah muncul masukan dari petugas pemadam terkait tekanan air hidran di lokasi kejadian.

Baca juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Wakil Direktur Pelayanan Medik sekaligus Incident Commander RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. Ahmad Suryawan mengatakan, rumah sakit sebenarnya telah memiliki standar penanganan kebakaran melalui sistem Code Red yang rutin disimulasikan.

“Code Red itu adalah beberapa kejadian yang menyangkut api dan itu harus tersimulasikan secara reguler dalam skala kecil, moderat, dan besar,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).

Prof Wawan mengatakan bahwa RSUD dr Soetomo memiliki Hospital Disaster Program (HDP) sebagai sistem penanganan bencana internal rumah sakit.

Simulasi kebakaran dan evakuasi disebut rutin dilakukan dan tercatat di masing-masing unit melalui logbook khusus.

“Simulasi itu sudah kita lakukan secara reguler. Di setiap wilayah harus ada logbook-nya dan harus tercatat,” katanya.

Baca juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih perlu melakukan evaluasi terhadap sistem hidran, terutama terkait tekanan air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung.

“Kalau tekanannya yang dilakukan oleh Damkar kurang, ini yang akan menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” tegas Prof Wawan.

Ia menambahakan, sistem hidran di RSUD dr Soetomo sebenarnya tersedia di area indoor maupun outdoor dan tetap berfungsi saat kejadian berlangsung.

Namun, rumah sakit akan mengecek kembali apakah tekanan air sudah memenuhi kebutuhan petugas pemadam kebakaran.

Baca juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

“Kami akan ngecek di area-area lain apakah sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak Damkar,” tandas dia.

Evaluasi tersebut dilakukan pascainsiden kebakaran di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT yang menyebabkan puluhan pasien harus dievakuasi.

Kebakaran juga mengakibatkan satu pasien meninggal dunia dan sejumlah petugas mengalami sesak napas akibat paparan asap.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru