selalu.id - Insiden kebakaran di Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) menjadi bahan evaluasi besar bagi RSUD dr Soetomo Surabaya.
Manajemen rumah sakit kini menyoroti sistem hidran dan kesiapsiagaan penanganan kebakaran setelah muncul masukan dari petugas pemadam terkait tekanan air hidran di lokasi kejadian.
Baca juga: Ketika Korban Penganiayaan di Surabaya Diintimidasi dan Ditawari Uang Damai Rp150 Juta
Wakil Direktur Pelayanan Medik sekaligus Incident Commander RSUD dr Soetomo, Prof. Dr. Ahmad Suryawan mengatakan, rumah sakit sebenarnya telah memiliki standar penanganan kebakaran melalui sistem Code Red yang rutin disimulasikan.
“Code Red itu adalah beberapa kejadian yang menyangkut api dan itu harus tersimulasikan secara reguler dalam skala kecil, moderat, dan besar,” jelasnya, Jumat (15/5/2026).
Prof Wawan mengatakan bahwa RSUD dr Soetomo memiliki Hospital Disaster Program (HDP) sebagai sistem penanganan bencana internal rumah sakit.
Simulasi kebakaran dan evakuasi disebut rutin dilakukan dan tercatat di masing-masing unit melalui logbook khusus.
“Simulasi itu sudah kita lakukan secara reguler. Di setiap wilayah harus ada logbook-nya dan harus tercatat,” katanya.
Baca juga: Hapus Stigma Kampungan, Kanwil Kemenag Jatim Gelar Expo Madrasah 2026
Meski demikian, pihak rumah sakit mengakui masih perlu melakukan evaluasi terhadap sistem hidran, terutama terkait tekanan air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung.
“Kalau tekanannya yang dilakukan oleh Damkar kurang, ini yang akan menjadi evaluasi bagi kami ke depan,” tegas Prof Wawan.
Ia menambahakan, sistem hidran di RSUD dr Soetomo sebenarnya tersedia di area indoor maupun outdoor dan tetap berfungsi saat kejadian berlangsung.
Namun, rumah sakit akan mengecek kembali apakah tekanan air sudah memenuhi kebutuhan petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Tragedi Berdarah di Diskotek Triple X Surabaya: Pemuda Dikeroyok Brutal, Kepala Dihantam Paving
“Kami akan ngecek di area-area lain apakah sesuai dengan yang diinginkan oleh pihak Damkar,” tandas dia.
Evaluasi tersebut dilakukan pascainsiden kebakaran di ruang farmasi lantai 5 Gedung PPJT yang menyebabkan puluhan pasien harus dievakuasi.
Kebakaran juga mengakibatkan satu pasien meninggal dunia dan sejumlah petugas mengalami sesak napas akibat paparan asap.
Editor : Zein Muhammad