Korban Dugaan Keracunan MBG di Surabaya Bertambah, Wali Kota Eri Bingung

Reporter : Ade Resty
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Dok. Humas Pemkot Surabaya).

selalu.id - Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tembok Dukuh, Surabaya, bertambah.

Hingga Selasa (12/5/2026) kemarin, total lima siswa harus menjalani perawatan di rumah sakit, sementara penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil laboratorium yang diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan.

Baca juga: Demi Target 250 Emas Porprov Jatim 2027, KONI Kota Surabaya Gelar Tes Narkoba

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyatakan, Pemkot Surabaya telah melakukan pengecekan dan memanggil pihak sekolah terkait insiden tersebut.

Ia mengatakan makanan yang dibagikan sebelumnya telah diperiksa dari sisi bau dan rasa, namun gangguan kesehatan baru muncul sekitar dua jam setelah dikonsumsi siswa.

“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini. Ini yang buat bingung," kata Eri, Rabu (13/5/2026).

Meski demikian, hingga kini Pemkot belum dapat memastikan sumber masalah karena hasil uji laboratorium sampel makanan belum keluar.

“Masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu,” ujarnya.

Baca juga: Gara-gara ini, Rumah Makan AG Ny Suharti Harus Berurusan dengan Bapenda Surabaya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr Billy Daniel Messakh mengatakan jumlah siswa yang dirawat bertambah dari tiga menjadi lima orang.

“Sebelumnya tiga pada Selasa sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” sebutnya.

Kelima siswa tersebut kini menjalani observasi dan perawatan di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.

Baca juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Dinkes juga telah melakukan skrining kesehatan terhadap siswa lain melalui tim puskesmas.

Namun, kepastian penyebab insiden belum bisa diketahui dalam waktu cepat. Sampel makanan kini diuji di laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan, dengan hasil diperkirakan baru keluar dalam sepekan.

Peristiwa ini menambah sorotan terhadap pengawasan kualitas makanan dalam program MBG yang menyasar pelajar sekolah.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru