Kisah Inspiratif Rizky, Pemuda Surabaya yang Sukses Ternak Kadal

Reporter : Zein Muhammad
Muhammad Rizky, pemuda Surabaya yang kini sukses ternak reptil jenis kadal. (Foto: Rizky for selalu.id).

selalu.id - Umumnya, masyarakat merawat binatang piaraan seperti kucing hingga burung.

Namun, berbeda dengan Muhammad Rizky. Pemuda 28 tahun warga Tenggumung Wetan gang Dukuh No.39, Surabaya ini justru memilih memelihara reptil. Salah satunya ialah kadal.

Baca juga: Polisi Gagalkan Tawuran Dua Kelompok Remaja di Surabaya, Amankan 7 Orang dan Sita Sajam

Rizky, biasa ia dipanggil, mengaku memelihara kadal sejak tahun 2017 lalu. Jenisnya beragam, mulai dari Bearded Dragon, Leopard Gecko, hingga Pogona.

Lantaran peliharaannya terus beranak pinak, ia pun menekuni hingga dijadikan pundi-pundi rupiah.

Sebelum menekuni budidaya kadal, Rizky mengumpulkan banyak referensi. Ia juga menyempatkan diri untuk berguru ke komunitas reptil.

Tentunya, perjalanan dia tak selancar jalan tol. Jungkir balik pernah dialaminya. Mulai dari tak bisa berkembang, keracunan, hingga mati. 

"Menurut saya hal itu lumrah. Karena saya kan masih merintis dan terbilang masih prematur dalam bisnis ini," ungkapnya, Kamis (7/5/2026).

Lambat laun, Rizky mulai memahami budidaya kadal. Ia mengaku, perawatan kadal memang perlu perhatian lebih layaknya bayi.

Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

Karena, harus dijemur setiap pagi dan menyesuaikan suhu ruangan dengan kondisi tubuhnya.

"Makanannya setiap hari saya kasih jangkrik, kecoa dubia, sorenya bisa diselingin sayuran dan jemur matahari," sebutnya.

Belum lagi, lanjut Rizky, pada proses pengenalan hingga kawin yang terbilang lama. Untuk sepasang kadal membutuhkan waktu sekitar satu bulan agar mau dikawin dan bertelur.

Apabila berhasil, bisa bertelur sampai tiga kali. Sekali bertelur, kadal bisa menghasilkan 15 sampai 20 butir telur dengan presentase 95 persen.

"Kendalanya itu suhu, kalau masuk musim dingin kayak hujan gitu kayak mogok makanan muntah atau bisa mati tiba-tiba," ungkap Rizky. 

Baca juga: Menanti Pembenahan Akses dan Lahan Parkir di Wisata Hutan Kota Pakal Surabaya

Perlahan tapi pasti, usaha Rizky dalam mengembangbiakkan kadal tersebut dilirik sebaya dan warga sekitar.

Ia pun mulai memasarkan melalui media sosial dan marketplace. Harga yang dibandrol beragam. Mulai Rp600 ribu sampai Rp6 juta per ekor.

"Kalau harga paling murah Rp600 ribu, paling mahal itu jenis Baby dragon, Rp6 juta. Belinya bisa lewat Instagram atau online-online lainnya. Bisa juga langsung datang kesini," pungkas Rizky.

Kisah Rizky ini bisa menjadi inspirasi, bahwa usaha tidak mengkhianati hasil. Ketika usah yang dibarengi dengan niat, komitmen, akan membuahkan hasil.

Editor : Zein Muhammad

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru