selalu.id - Kenaikan harga plastik hingga 60 persen mulai berdampak pada pelaku usaha di Surabaya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memantau pasar dan mendampingi UMKM agar tidak ikut menaikkan harga jual.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya, Mia Santi Dewi, mengungkapkan kenaikan harga plastik dipicu faktor global, terutama pasokan dan harga energi dunia.
“Memang kenaikan harga plastik sekarang ini cukup signifikan, sekitar 30 sampai 60 persen. Ini dipicu pasokan global dan harga energi yang tidak bisa kita hindari,” jelasnya, Kamis (9/4/2026).
Mengantisipasi dampak tersebut, Pemkot Surabaya melakukan monitoring harga dan ketersediaan barang di pasar secara rutin. Selain itu, pendampingan juga diberikan langsung kepada pelaku UMKM untuk menekan lonjakan biaya produksi.
Menurut Mia, kenaikan harga plastik mulai dirasakan pelaku usaha karena berdampak langsung pada biaya kemasan.
Jika tidak diantisipasi, kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual di tingkat konsumen.
“Yang paling terasa memang dibiaya produksi. Karena itu kami dampingi UMKM untuk melakukan inovasi, terutama pada kemasan,” katanya.
Salah satu langkah yang didorong adalah peralihan dari kemasan plastik ke bahan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Upaya ini dinilai dapat menekan biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga.
Baca juga: Tenyata Ini Penyebab Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel
“Tidak harus selalu pakai plastik, bisa pakai bahan lain yang lebih ekonomis,” tegas Mia.
Selain itu, perubahan pola penjualan juga mulai didorong, seperti mengurangi penggunaan kemasan kecil dan beralih ke penjualan dalam jumlah lebih besar.
Dari hasil pemantauan di lapangan, Dinkopumdag memastikan kenaikan harga plastik memang terjadi di sejumlah toko dan pasar. Meski begitu, keluhan dari pelaku usaha disebut belum signifikan.
“Sampai sekarang keluhan belum banyak, tapi kami tetap antisipasi karena ke depan situasinya bisa berubah,” tambahnya.
Baca juga: Beredar Kabar Gerai Mie Gacoan di Surabaya Banyak yang Disegel, Ada Apa?
Pemkot Surabaya juga menjalin komunikasi dengan distributor untuk mempersingkat rantai pasok.
Langkah ini diharapkan dapat menekan harga bahan baku agar lebih kompetitif di tingkat pelaku usaha.
Ke depan, pendampingan terhadap UMKM akan terus diperkuat agar pelaku usaha tetap mampu bertahan di tengah tekanan biaya produksi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
“Kami ingin UMKM tetap jalan, produksi tidak berhenti, harga tetap terkendali, dan daya beli masyarakat tidak turun,” pungkas Mia.
Editor : Zein Muhammad