selalu.id - Ratusan pekerja PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di PT Pakerin menggelar demo di depan Kantor BPJS Kesehatan Jalan Empunala, Kota Mojokerto, Selasa (7/8/2026).
Pekerja PT Pakerin ini datang dengan membawa mobil komando. Kedatangan mereka menuntut pengaktifkan kembali kartu BPJS Kesehatan agar mereka bisa kembali berobat secara gratis.
Baca juga: Dua Rumah Terbakar di Mojokerto, Terdengar Tiga Kali Ledakan
Padahal pihak perusahaan sudah membayar tagihan bpjs pada bulan maret lalu. Namun hingga kini status kepesertaan belum diaktifkan dengan alasan pembayaran dari perusahaan terlambat.
"Kawan-kawan BPJS nya tidak dapat digunakan untuk berobat dan harus bayar sendiri dan ini kendalanya di kawan-kawan karena pasca penonaktifan ini banyak karyawan Pakerin termasuk anggota FSPMI yang lagi berobat, rawat inap dan juga lagi menjalani operasi," kata Ketua FSPMI Mojokerto, Eka Herawati.
Baca juga: Sambut Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Cabang Mojokerto Beri Kejutan Haru untuk Nasabah
Perwakilan buruh diterima pihak BPJS untuk melakukan dialog seusai orasi. Dari hasil pertemuan tersebut, BPJS memastikan akan membantu proses pengaktifan kembali setelah pembayaran iuran bulan Maret dan April 2026 dipenuhi sesuai ketentuan.
Sementara, Kepala BPJS Mojokerto, Titus Sri Hardiyanto, menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPJS pusat untuk membuka akses pembayaran dan memproses pengaktifan kartu kepesertaan bagi karyawan PT Pakerin.
Baca juga: Dua Atlet Balap Sepeda SEA Games jadi Korban Pelecehan Seksual di Pacet Mojokerto
Ia menerangkan, kantor cabang BPJS hanya berperan dalam fasilitasi karena tidak memiliki kewenangan dalam sistem penagihan (billing).
"Tugas kami di kantor cabang adalah untuk meneruskan permohonan dari manajemen PT Pakerin tersebut berikut dengan beberapa persyaratan yang harus kami lengkapi," jelasnya.
Editor : Zein Muhammad