Ngabuburit Ala Kicaumania Saat Weekend jadi Alternatif Penghobi Burung di Surabaya

Reporter : Dony Maulana
Keseruan Ngabuburit di Gantangan Bahari, Semolowaru Surabaya jelang buka puasa. ( Foto: dony/selalu.id)

selalu.id – Gelaran lomba kicauan yang juga diisi sesi latihan bersama (latber) di Gantangan Bahari, Semolowaru, Surabaya, berlangsung kondusif pada sore hari ini. Acara yang bertepatan dengan waktu Ngabuburit itu memikat antusiasme para kicaumania, yang menyaksikan jalannya acara sambil menunggu berbuka puasa.

Manajemen Gantangan Bahari menerapkan aturan yang lebih fleksibel pada gelaran kali ini. Seluruh peserta dan penonton diperbolehkan masuk ke area ring 1 yang beratap serta mendekati langsung pagar kandang burung peserta lomba.

Baca juga: Gandeng Bupati dan Baznas, PWI Gresik Gelar Buka Bersama, Santuni Puluhan Yatim Piatu

“Sengaja kita buat aturan lebih nyantai tanpa mengurangi ketertiban. Hasilnya, peserta merasa lebih nyaman dan jalannya acara tetap terkontrol dengan baik,” ujar perwakilan manajemen yang akrab disapa Cak Menyok kepada selalu.id, Sabtu (28/2/2026).

Sebagian besar kelas atau sesi lomba terisi penuh peserta, hanya sedikit gantangan yang kosong. Kondisi berbeda terjadi pada kelas Murai Batu dan Cucak Ijo yang masih ada kekosongan. Rizal, salah satu peserta dari Bangkalan Madura, mengaku hanya mendapatkan sebagian tiket untuk kelas utama.

Baca juga: Jam Operasional Puskesmas di Surabaya Selama Ramadan, Bapak-Ibu Wajib Catat

Start perlombaan pun dimulai pada pukul 15.00 WIB, dibuka dengan sesi kelas Murai Batu dan dilanjutkan pada sesi kelas Cucak Ijo. Para kicaumania pun sangat antusias menikmati alunan lagu dari burung diatas arena gantangan. “Pendaftaran cukup ramai, saya baru bisa dapat beberapa tiket saja untuk kelas utama,” ungkapnya.

Mengenai penilaian, kualitas pertunjukan burung dinilai cukup baik meskipun masih ada ruang untuk perbaikan. Rizal menambahkan, “Sampai sebelum istirahat, jalannya penilaian sudah cukup baik. Pada sesi yang saya amati, hanya sebagian kecil burung yang tampil menonjol, sehingga proses penilaian relatif mudah.”

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Posko THR 2026, Begini Cara Membuat Laporannya

Sementara itu, Alfian, seorang senior kicaumania, mengemukakan bahwa ujian sebenarnya bagi juri terjadi ketika banyak burung menunjukkan performa maksimal dengan kualitas yang merata. “Jika ada 11 hingga 12 burung dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing yang sama kuat, kemampuan dan mental juri akan benar-benar diuji. Kita berharap proses penilaian dapat berjalan adil dan memenuhi harapan,” katanya.

Editor : Redaksi

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru