selalu.id - Polisi telah mengidentifikasi mayat ibu dan anak asal Nganjuk yang ditemukan di bekas asrama polisi (Aspol) Jombang. Korban diduga kuat meninggal karena terbakar.
Dalam penyelidikan, Satreskrim Polres Jombang menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya botol bahan bakar minyak (BBM), korek api dan pembersih lantai dekat lokasi ditemukannya mayat korban.
Baca juga: Dua Mayat di Bekas Aspol Jombang Itu Ibu dan Anak, Ini Identitasnya
Tak hanya itu, polisi juga menemukan satu unit sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO di dekat area bangunan tua peninggalan Belanda tersebut.
"Sepeda motor itu dibenarkan oleh suami korban, lengkap dengan surat-surat kendaraan yang ditunjukkan kepada kami. Jadi memang betul milik yang bersangkutan," kata Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, Kamis (26/2/2026).
Dimas menjelaskan, penemuan sejumlah barang bukti ini menjadi teka-teki baru untuk mengungkap misteri kematian ibu dan anak tersebut.
"Kunci motor juga kami temukan berada di bawah tubuh jenazah saat olah TKP. Pakaian dan anting dikenali, keluarga menyatakan itu benar anaknya," jelasnya.
Baca juga: Dua Mayat di Bekas Aspol Jombang Diduga Kuat Warga Asal Nganjuk
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui meninggalkan rumah di Nganjuk pada Selasa (24/2/2026) dini hari menjelang subuh tanpa pamit dan tanpa menggunakan helm.
Suami korban sempat melakukan pencarian ke kerabatnya sebelum akhirnya melapor ke Polsek Gondang pada besoknya, pukul 13.00 WIB.
"Pagi harinya, dini hari menjelang subuh, korban meninggalkan rumah tanpa pamit membawa sepeda motor dan tidak menggunakan helm," papar Dimas.
Baca juga: Polisi Sebut Dua Mayat di Lubang Bekas Aspol Diduga Tewas Dibakar
Ironisnya, hanya berselang satu jam setelah laporan kehilangan dibuat, kabar penemuan mayat di Ploso, Jombang, mulai tersebar.
Penemuan jasad di lubang puing bangunan bekas asrama polisi (Aspol) tersebut menunjukkan adanya luka bakar pada beberapa bagian tubuh.
Hingga kini, kepolisian masih menunggu hasil autopsi resmi untuk memastikan penyebab pasti kematian, serta mendalami motif di balik peristiwa tragis di gedung tua terbengkalai yang dibangun sejak era Belanda tersebut.
Editor : Zein Muhammad