selalu.id – Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma telah menyerahkan 453.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Distribusi tahap pertama telah disebarkan ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur pada Rabu (28/1/2029) lalu.
Kepala BBVF Pusvetma, Edy Budi Susila menyampaikan bahwa jumlah vaksin tersebut merupakan bagian dari total alokasi 1.510.000 dosis yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) RI untuk Jawa Timur.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
Menurut Edy, setiap ekor ternak perlu divaksin dua kali setahun atau setiap enam bulan, dengan efektivitas vaksin mencapai sekitar 90 persen.
"Vaksin dari bantuan pemerintah bersifat gratis, namun peternak atau koperasi yang melakukan vaksinasi mandiri biasanya menanggung biaya secara swadaya," jelasnya.
Edy mengatakan bahwa peningkatan kasus PMK dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan mobilitas ternak. Penyakit dapat menular melalui udara, terutama pada kondisi cuaca dengan curah hujan tinggi yang menyebabkan kandang menjadi becek dan kurang higienis.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Selain itu, penularan juga sering terjadi melalui transaksi jual beli ternak di pasar, sehingga disarankan untuk melakukan karantina dan vaksinasi sebelum membeli hewan ternak," paparnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan vaksin telah tersedia dan mulai digunakan untuk menekan penyebaran penyakit.
Baca juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
"Fokus utama vaksinasi tahap pertama adalah sapi pedaging karena kasus PMK paling banyak terjadi pada jenis ternak tersebut," katanya.
Emil mengakui bahwa alokasi total sekitar 1,5 juta dosis belum mencakup seluruh populasi ternak di Jawa Timur. Namun, vaksinasi akan dilakukan melalui kombinasi bantuan pemerintah dan swadaya peternak, yang dikoordinasikan oleh Dinas Peternakan Provinsi bersama dinas peternakan kabupaten dan kota.
Editor : Zein Muhammad