selalu.id – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Jawa Timur menetapkan Kabupaten Probolinggo sebagai kloter pertama keberangkatan haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi dari Jawa Timur. Penetapan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi penyusunan urutan kloter kabupaten dan kota se-Jatim.
Rapat koordinasi digelar di HARRIS Hotel & Conventions Gubeng, Surabaya, Senin (22/12/2025), dan dihadiri kepala kantor Kemenhaj kabupaten dan kota serta operator haji se-Jawa Timur.
Baca juga: Melahirkan di Masjidil Haram, Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Air
Plt Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim Muh As’adul Anam menyampaikan, perubahan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Haji dan Umrah menuntut peningkatan profesionalisme dan kinerja seluruh jajaran Kemenhaj.
Ia menegaskan, seluruh peserta rakor hadir sebagai representasi institusi, sehingga citra kelembagaan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan daerah seperti imigrasi dan pengadilan harus diperkuat, terutama dalam penyelarasan data calon jemaah.
"Operator juga diminta memaksimalkan peran dengan data valid berbasis SISKOHAT. Orientasi kami adalah pelayanan jamaah, bukan hanya pengelolaan anggaran," tegas As’adul Anam kepada selalu.id saat dikonfirmasi, Rabu (24/12/2025).
Dalam rakor tersebut juga dibahas perkembangan pelunasan biaya haji, khususnya bagi jemaah cadangan. Kuota haji Jawa Timur tahun 2026 tercatat sebanyak 42.409 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.600 jemaah dinyatakan mundur, menunda, atau belum istitha’ah.
Dari sekitar 9.000 jemaah cadangan, Kanwil Kemenhaj Jatim menargetkan 60 persen dapat berangkat. Hingga Jumat (19/12/2025), tercatat 31.171 jemaah telah dinyatakan istitha’ah, sementara 11.250 lainnya belum, termasuk 271 orang yang belum menjalani pemeriksaan kesehatan.
Baca juga: Insiden Kapal Tenggelam, Puluhan Jemaah Haji Bali Pilih Gunakan Jalur Udara
"Jangan memaksakan jemaah, ikuti prosesnya dan pastikan mereka periksa kesehatan di puskesmas," ujarnya.
Terkait pelunasan, sebanyak 27.799 jemaah atau sekitar 66 persen telah melunasi biaya haji. Kanwil Kemenhaj Jatim menargetkan capaian pelunasan mencapai 75 persen dan meminta operator segera memilah jemaah cadangan yang siap berangkat agar tidak menumpuk di akhir masa pelunasan.
Sebagai hasil rakor, ditetapkan urutan wilayah kerja kloter se-Jawa Timur dengan Wilker Malang sebagai wilayah awal. Kabupaten Probolinggo ditetapkan sebagai kloter pertama yang akan diberangkatkan dari Jawa Timur.
Jadwal masuk Asrama Haji untuk kloter pertama ditetapkan pada 21 April 2026, sementara keberangkatan ke Tanah Suci dijadwalkan pada 22 April 2026.
Baca juga: Jemaah Haji Asal Lumajang Melahirkan Bayi Prematur di Makkah
Urutan wilayah kerja kloter haji Jawa Timur sebagai berikut: Wilker Malang meliputi Kabupaten dan Kota Probolinggo, Pasuruan, Batu, dan Malang. Wilker Madiun meliputi Kabupaten dan Kota Ponorogo, Madiun, Pacitan, Magetan, dan Ngawi. Wilker Bojonegoro meliputi Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.
Selanjutnya Wilker Surabaya meliputi Kabupaten dan Kota Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Jombang, dan Mojokerto. Wilker Madura meliputi Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Wilker Jember meliputi Kabupaten Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, dan Lumajang. Wilker Kediri meliputi Kabupaten dan Kota Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Kediri, dan Nganjuk.
Penetapan urutan kloter ini menjadi dasar persiapan teknis penyelenggaraan haji agar seluruh aspek, mulai dokumen hingga kesehatan jemaah, dapat dipenuhi secara optimal.
Editor : Ading