Guguran Awan Panas Gunung Semeru Capai 14 Kilometer, Warga Panik

Reporter : Ade Resty
Guguran awan panas Gunung Semeru

selalu.id - Suasana mencekam terjadi di kawasan Jembatan Gladak Perak, Kabupaten Lumajang, Rabu (19/11). Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik awan panas guguran (APG) Gunung Semeru menerjang area jembatan, disertai kepulan abu pekat yang menutup pandangan.

Dalam video berdurasi 26detik yang diunggah akun @antotbl, terlihat struktur merah jembatan Gladak Perak terselimuti abu vulkanik tebal.

Baca juga: Komplotan Maling Sapi Tertangkap di Probolinggo

Warga yang merekam kejadian terdengar panik saat gumpalan awan panas bergulung cepat ke arah permukiman dan jalan raya.

“Gladak Perak gelap lur, abu membumbung tinggi lur, gelap sekali. Semoga selalu aman kendali terus lur,” ujar suara yang merekam video tersebut.

Sementara itu, informasi yang dihimpun selalu.id, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa luncuran awan panas dari Semeru telah mencapai 14 kilometer, jauh melebihi jarak awal 8,5 kilometer yang tercatat saat aktivitas meningkat sore hari.

“Awan panas Gunung Semeru sudah mencapai 14 kilometer melewati Jembatan Gladak Perak,” tulis ketera

Kondisi tersebut membuat material vulkanik menerjang area sekitar jembatan, yang selama ini menjadi jalur penghubung utama antara Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang.

Baca juga: Hujan Meluas, Delapan Kecamatan di Probolinggo Terendam Banjir

BPBD Jawa Timur menegaskan bahwa sejak pukul 16.00 WIB, jembatan telah dikosongkan dari warga maupun pengendara yang melintas.

“Saat ini, akses di Jembatan Gladak Perak ditutup,” ujar Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim.

Penutupan dilakukan karena potensi bahaya APG yang bisa sewaktu-waktu kembali menerjang. Petugas di lokasi juga mengimbau warga menjauhi bantaran sungai dan lembah aliran lahar yang menjadi jalur utama awan panas.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Dua Desa di Probolinggo Terendam Banjir

Sekedar diketahui, Jembatan Gladak Perak bukan pertama kalinya terdampak aktivitas Semeru. Dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ini berkali-kali mengalami kerusakan hingga harus dibangun ulang akibat terjangan material vulkanik.

Letusan Rabu sore ini kembali menunjukkan betapa rentannya kawasan tersebut, terutama saat status Semeru dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pasca terjadinya awan panas guguran pukul 14.13 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun situasi masih sangat dinamis dan pemantauan terus dilakukan.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru