selalu.id – TNI berperan penting dalam mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Surabaya, salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Pengawasan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan sesuai standar, sekaligus mencegah masalah seperti makanan basi dan potensi keracunan massal.
Baca juga: Sengketa Lahan Kakek Wawan vs Pelindo Ramai, DPRD Surabaya Minta Publik Tak Seret MBG
Komandan Kodim 0830 Surabaya, Kolonel Inf Bambang Raditya, menjelaskan pengawasan dilakukan sejak proses memasak hingga distribusi makanan.
“Kita mengawasi mulai dari proses memasak sampai pendistribusian. Di setiap SPPG sudah kita turunkan Babinsa yang bekerja sama dengan Babhinkamtibmas Polri, juga dibantu Pemkot,” ujarnya.
Pemerintah Kota Surabaya juga telah menerbitkan surat edaran dan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satuan Tugas (Satgas) untuk pengawasan program MBG. Satgas ini melibatkan sejumlah dinas, di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup.
“Dari dinas kesehatan, dari dinas lingkungan hidup, sudah ada. Mereka berkeliling setiap hari bersama Babinsa dan Babhinkamtibmas, mulai dari proses masak hingga distribusinya,” kata Kolonel Bambang.
TNI menegaskan akan bertindak tegas jika menemukan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Jika ada yang di luar SOP, kita langsung hentikan dan komunikasikan dengan kepala dapur agar segera diperbaiki,” tegasnya.
Baca juga: Kuota Petugas Haji TNI-Polri Naik Lebih dari 100 Persen
Saat ini terdapat 23 dapur yang telah beroperasi di Surabaya, sementara 30 dapur lainnya dalam tahap pembangunan. “Targetnya sekitar 270 dapur di Surabaya,” tambah Bambang.
Dalam pengawasan yang dilakukan, TNI sempat menemukan kasus menu basi. Namun, masalah tersebut segera ditangani.
“Ada sebagian kecil yang basi, tapi langsung kita hentikan dan komunikasikan dengan pihak SPPG. Langsung diganti,” jelasnya.
Baca juga: Kepemimpinan Berganti, Letkol Inf Rifqi Muhammad Suhada Resmi Jabat Dandim 0824 Jember
Langkah cepat ini diambil untuk mencegah dampak kesehatan seperti keracunan makanan pada siswa penerima manfaat.
“Sebelum makanan sampai ke siswa, kalau ada yang tercium basi, petugas pendamping langsung melaporkan dan kami segera hentikan distribusinya,” pungkas Bambang.
Dengan pengawasan ketat dari TNI dan Pemkot Surabaya, program Makan Bergizi Gratis diharapkan berjalan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Editor : Ading