Supervisor SPBU Rajawali Bongkar Fakta Sidak Wawali Armuji: Cuma Satu Orang yang Beli di Sini

Reporter : Ade Resty
Wawali Armuji bersama driver ojek online saat mendatangi SPBU Jalan Rajawali

selalu.id - Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Rajawali angkat bicara terkait sidak yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji pada Jumat (30/10/2025). Pria yang membawa pertalite dalam botol disebutkan tidak terlihat CCTV di waktu yang disebutkan saat membeli di SPBU tersebut.

Supervisor SPBU Rajawali, Budi Susetyo, menegaskan bahwa keluhan para driver ojek online (ojol) yang motornya mbrebet usai mengisi Pertalite sudah ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Baca juga: Persebaya Surabaya Gagal Menang atas Dewa United

"Keluhan kemarin dari driver ojol itu sudah saya sampaikan ke pihak Pertamina untuk diverifikasi. Karena kebetulan mereka tidak punya struk pembelian, saya cek lewat CCTV. Dari hasil pengecekan, yang beli di sini cuma satu orang,” kata Budi saat ditemui awak media di lokasi, Jumat (31/11/2025).

Menurutnya, dari dua pengemudi yang sempat mengadu bersama Armuji, hanya satu yang benar membeli di SPBU Rajawali. Sementara satu lainnya ternyata bertransaksi di SPBU lain di kawasan Pondok Chandra.

"Yang satu belinya di Pondok Chandra, tapi ngaku di sini. Saya baru tahu setelah nonton kontennya. Tapi dua-duanya sudah kami bantu, sudah diselesaikan dan diganti,” ujarnya.

Budi menjelaskan, Pertamina memiliki prosedur khusus bagi warga yang ingin melapor atau mengajukan keluhan terkait kualitas BBM. Salah satunya adalah kewajiban menyimpan nota pembayaran dari SPBU.

"Kalau buat komplainan, memang harus ada notanya. Supaya jelas beli di SPBU mana. Nanti yang punya nota akan diarahkan ke bengkel rekanan Pertamina untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menuturkan, SPBU hanya bertugas mendata dan meneruskan laporan pelanggan ke Pertamina. Pemeriksaan teknis dilakukan oleh bengkel resmi yang sudah ditunjuk.

"Kami hanya mendata. Kalau ada laporan motor mogok atau mbrebet, kami beri surat pengantar ke bengkel rekanan Pertamina. Ada empat bengkel yang ditunjuk, salah satunya Rotor Honda di Menanggal Raya,” paparnya.

Budi juga menanggapi video yang menunjukkan botol berisi cairan mirip BBM bercampur air yang viral di media sosial. Ia menegaskan, botol tersebut tidak berasal dari SPBU Rajawali.

Baca juga: Hujan Angin Terjang Surabaya, 9 Pohon Tumbang

"Yang bawa botol itu orang luar. Saya tanya beli di mana, dia nggak jawab. Setelah itu botolnya diminta lagi sama yang bawa, terus pergi. Kalau memang beli di tempat saya, mana mungkin dia balik lagi beli di sini,” tegasnya.

Menurutnya, dari tampilan visual cairan dalam video, besar kemungkinan itu bukan BBM murni dari dispenser SPBU.

"Airnya bening banget, kayak dibuat-buat. Kalau benar ada campuran dari tangki kami, pasti nggak sejernih itu. Tapi tetap, semua sudah kami laporkan dan dicek,” tambahnya.

Budi memastikan, pasca-viral, tim dari Pertamina dan kepolisian (Korwas) telah mendatangi SPBU Rajawali untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tangki penampungan dan dispenser.

"Dari Pertamina dan Korwas sudah cek air di tangki pendam dan dispenser. Hasilnya aman, nggak ada masalah,” ungkapnya.

Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel

Ia mengaku sempat stres karena wajahnya ikut tersebar dalam video viral yang ramai di media sosial.

"Habis pikir, stres, nggak bisa tidur. Buka IG, buka Facebook, muka saya di mana-mana,” ujarnya sambil tertawa kecil.

Meski begitu, ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih teliti dan tidak mudah percaya pada konten viral tanpa verifikasi.

"Yang jelas kami di sini kerja sesuai SOP. Kalau ada keluhan, pasti kami tindaklanjuti. Tapi jangan sampai menyebarkan yang belum tentu benar,” pungkasnya.

Editor : Arif Ardianto

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru