selalu.id – Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny kembali membuka kegiatan belajar mengajar pada Sabtu (18/10/2025), usai musibah ambruknya musala pada Senin (29/9/2025) yang menewaskan 63 santri dan melukai puluhan lainnya.
Baca juga: Polda Jatim Tutup Operasi DVI, 63 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi
Ketua Alumni Ponpes Al-Khoziny, Zaenal Abidin, mengatakan para santri mulai berdatangan kembali ke pondok sejak Jumat (17/10/2025) malam. Fasilitas sementara disiapkan di kampus 2 untuk menampung santri karena area musala dan bangunan utama masih dalam proses investigasi dan dipasangi garis polisi.
"Alhamdulillah, malam ini santri-santri sudah mulai kembali. Kami sudah informasikan melalui WA dan telepon, terutama bagi santri yang sedang kuliah, Aliyah, dan Tsanawiyah, sudah bisa kembali ke pondok," ujar Zaenal, Minggu (19/10/2025).
Zaenal menyebut kegiatan belajar tetap berjalan meski belum bisa memastikan jumlah santri yang kembali. "Yang terpenting bagi kami adalah memberikan pelayanan pendidikan agar proses belajar mengajar tidak terganggu," tegasnya.
Baca juga: Kapolda Jatim: Pemda Fasilitasi Kelanjutan Belajar Santri Al-Khoziny
Selain memulihkan kegiatan pendidikan, alumni Al-Khoziny juga menyiapkan bantuan bagi korban musibah. Mereka berkomitmen memberikan beasiswa hingga jenjang S2 bagi santri yang mengalami cacat fisik, serta melakukan pendampingan psikologis bagi keluarga korban.
"Kami bersama alumni siap mencarikan dana. Untuk korban yang mengalami cacat fisik, akan kami kawal agar mendapatkan beasiswa hingga jenjang S2. Kami juga sudah menyiapkan program trauma healing dengan mendatangi rumah korban," jelas Zaenal.
Baca juga: Total 58 Korban Ponpes Ambruk di Sidoarjo Teridentifikasi, Tersisa Lima Kantong Jenazah
Jaringan alumni Al-Khoziny yang tersebar di berbagai daerah dan luar negeri turut dilibatkan dalam penggalangan bantuan. Hingga kini, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab ambruknya musala tersebut.
Editor : Ading