Prostitusi Moroseneng Hidup Lagi, DPRD Surabaya Sindir Pemkot Setengah Hati

Reporter : Ade Resty

selalu.id – Lokalisasi Moroseneng di kawasan Sememi Jaya I dan II Surabaya dilaporkan masih beroperasi. Kondisi ini menuai kritik tajam dari DPRD Surabaya.

 

Baca juga: DPRD Surabaya Desak Dishub Garap Iklan di 69 Halte untuk Dongkrak PAD

Anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, menilai Pemkot Surabaya gagal menuntaskan masalah prostitusi. Politisi Partai NasDem itu menyebut janji penutupan Moroseneng sejak awal hanya sebatas wacana.

 

“Ini bukan lagi sekadar kecolongan, tapi bukti kegagalan sistemik Pemkot Surabaya. Janji penutupan total Moroseneng ternyata hanya isapan jempol,” kata Imam, Jumat (3/10/2025).

 

Ia menegaskan keberadaan lokalisasi bukan hanya persoalan ketertiban umum, tetapi juga moralitas dan masa depan generasi muda. Imam menyoroti lokasinya yang sangat dekat dengan fasilitas publik, seperti taman baca dan rumah padat karya.

 

“Bayangkan, tempat esek-esek beroperasi gelap-gelapan di samping taman baca masyarakat. Anak-anak yang seharusnya belajar malah melihat praktik maksiat setiap hari. Ini tamparan keras bagi moral kota,” ujarnya.

Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR

 

Imam yang pada 2022 pernah melakukan sidak ke Moroseneng kembali mendesak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk bertindak tegas. Menurutnya, strategi penutupan selama ini hanya setengah hati.

 

“Kenapa sekarang kambuh lagi? Ini menunjukkan aparat penegak perda di bawah Pemkot main-main atau bahkan tutup mata,” tambahnya.

Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan Banyaknya Aduan Hotline jadi Alarm Kinerja Kelurahan dan Kecamatan

 

Ia mendesak Pemkot menutup permanen lokalisasi Moroseneng dan menghentikan pola razia insidental yang dinilainya kerap bocor informasinya.

 

“Jangan cuma gertak sambal. Warga butuh langkah nyata dan berani, bukan sekadar pencitraan,” pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru