selalu.id – Kericuhan terjadi di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada akhir Agustus 2025 saat ribuan massa aksi melakukan pelemparan batu, molotov, dan petasan. Api sempat muncul di sisi barat gedung bersejarah tersebut sebelum akhirnya berhasil dipadamkan.
Baca juga: KontraS Sebut Ada Dua Mahasiswa yang Diamankan saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin turun langsung menghadapi massa untuk meredam situasi. Ia mengaku mengambil risiko dengan mendekati mahasiswa dan mendengar tuntutan mereka.
"Saya lihat mereka dewasa. Ketika ada yang melempar botol, mahasiswa sendiri yang melarang. Mereka tidak suka kerusuhan," ujarnya kepada selalu.id, Sabtu (13/9/2025).
Menurut Rudy, mahasiswa meminta pembebasan rekan mereka yang ditahan di Polrestabes Surabaya. Ia kemudian bergerak bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kapolda Jatim untuk melakukan koordinasi.
Baca juga: Aktivis Perempuan yang Orasi saat Demo Ricuh di Grahadi Surabaya Turut Diamankan
Meski sempat memanas kembali, upaya dialog membuat massa ikut membantu menjaga ketertiban. Bahkan, sebagian mahasiswa membantu TNI dan Damkar memadamkan api.
Kepala Staf Korem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura mendapat instruksi langsung dari Pangdam untuk mengamankan lokasi. Sementara itu, Wakil Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Bambang Vistadi, menegaskan betapa genting situasi saat itu.
Baca juga: Polisi Amankan Belasan Provokator dalam Demo Ricuh di Grahadi Surabaya
"Kalau terlambat lima menit saja, habis sudah Grahadi," ucapnya.
Api berhasil dipadamkan dengan empat unit mobil pemadam yang masuk dari sisi belakang gedung. Situasi berangsur kondusif setelah aparat, mahasiswa, dan tim pemadam bekerja sama menjaga Grahadi dari ancaman kerusuhan lebih besar.
Editor : Ading