selalu.id – Markas Besar (Mabes) Polri mengaku telah memprediksi potensi pengrusakan dan pembakaran kantor kepolisian sejak 25 Agustus 2025, sebelum aksi unjuk rasa di DPR berujung anarkis pada 28 Agustus 2025 di Jakarta Pusat. Gelombang aksi tersebut kemudian menyebar ke sejumlah kota besar, termasuk Surabaya.
Baca juga: Kebakaran Gudang dan Pabrik Sepatu di Mojokerto, Kerugian 300 Juta
Di Surabaya, pengerusakan dan pembakaran pos polisi hingga markas polsek terjadi berturut-turut sejak Jumat malam hingga Minggu dini hari. Salah satu yang terparah adalah Mapolsek Tegalsari yang mengalami kerusakan hingga 95 persen akibat dibakar massa.
Bangunan yang juga tercatat sebagai cagar budaya itu lumpuh total dan tidak dapat melayani aduan masyarakat. Wakapolsek Tegalsari, AKP Sutrisno, mengatakan seluruh tahanan dan barang bukti sudah diamankan lebih dulu di Polrestabes Surabaya sebelum kerusuhan pecah.
“Pada hari Selasa, sekitar empat polsek antara lain Wonokromo, Tegalsari, Genteng, dan Bubutan sudah diinstruksikan memindahkan tahanan serta mengamankan barang bukti,” kata Sutrisno, Senin (1/9/2025).
Baca juga: Tempat Biliar di Nginden Surabaya Terbakar, Api Diduga dari Ruang VIP
Ia menjelaskan, sejak Jumat (29/8/2025) malam, Mapolsek Tegalsari mulai dilempari massa. Kondisi memanas pada Sabtu (30/8/2025) malam saat sekitar 5.000 orang membakar bagian belakang gedung hingga api merembet ke seluruh bangunan.
“Setidaknya ada 5.000 perusuh yang membakar Polsek Tegalsari, awalnya yang dibakar adalah sisi belakang Polsek,” ujarnya.
Baca juga: Apes! Kijang Hangus Terbakar Usai Diservis di Surabaya
Beruntung, tidak ada korban luka baik dari tahanan maupun personel karena gedung telah dikosongkan sesuai instruksi sebelumnya.
Editor : Ading