Tragedi Kali Jagir, Komisi A Soroti Lemahnya Regulasi Penertiban Satpol PP Surabaya

Reporter : Ade Resty

selalu.id – DPRD Surabaya menyoroti meninggalnya seorang pengamen yang melompat ke Kali Jagir saat menghindari patroli Satpol PP, Minggu (24/8/2025).

 

Baca juga: Diskotek dan Klub Malam Surabaya Wajib Siapkan Ruang Khusus Pengunjung Mabuk

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Azhar Kahfi, menyebut peristiwa itu menunjukkan kelemahan regulasi yang menjadi dasar penertiban. “Anak jalanan itu bukan pelaku pelanggaran ketertiban umum. Mereka tidak bisa diperlakukan seperti penjahat ketika berada di ruang publik,” tegasnya dalam hearing bersama Satpol PP, Jumat (29/8/2025).

 

Menurut Kahfi, penegakan perda tidak boleh mengorbankan nyawa. Revisi perda diperlukan agar penertiban lebih manusiawi dan berperspektif perlindungan sosial. “Anak jalanan adalah masalah sosial, sehingga pendekatannya harus rehabilitatif, bukan represif,” jelasnya.

 

Baca juga: Komisi A DPRD Surabaya Dorong Pembelian Seragam Dinas di 4 OPD Gunakan APBD 2027

Komisi A juga mendorong Pemkot memperkuat program pemberdayaan anak jalanan agar tidak kembali ke jalan. Bahkan, DPRD berencana membentuk panitia khusus untuk mengkaji ulang Perda Ketertiban Umum.

 

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surabaya, Achmad Zaini, menyampaikan penyesalan atas kejadian tersebut. “Kami menyampaikan duka paling dalam dan bertanggung jawab penuh. Evaluasi internal akan dilakukan agar tidak terulang,” ujarnya.

Baca juga: Aturan Operasional Pasar Tanjungsari Surabaya Dikeluhkan: Pedagang Tugi, Buah Cepat Busuk

 

Ia menegaskan, masukan DPRD akan menjadi catatan penting. “Satpol PP hanya menjalankan perda dan peraturan wali kota yang ada. Terkait regulasi, tentu pembahasannya bersama dewan,” tambahnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru