selalu.id - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan dioperasikannya kembali Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan / Rumah Isolasi OTG Provinsi Jawa Timur (RSDLB/RI-OTG Jatim) untuk menangani pasien COVID-19.
Khofifah meninjau langsung kesiapan diantaranya Gedung A yang nantinya diperuntukkan sebagai tempat perawatan pasien wanita. Dilanjutkan ke kawasan Gedung B, C, D dan E. Dari kelima kawasan dalam komplek RSDLB tersebut.
Baca juga: Bentuk Satgas Khusus, Cara Bupati Jember Atasi Banjir dan Kemiskinan
"Kenyamanan pasien harus diutamakan, termasuk fasilitas hiburan, tempat cuci pakaian. RSDLB juga harus memperhatikan dan mengutamakan privasi pasien perempuan, menyediakan sarana penyekat antar bed, kenyamanan kamar mandi, tempat sholat dan lainnya," ujarnya.
Saat ini kapasitas tempat tidur pasien di RSDLB sejumlah 380 dan nantinya akan siap dilakukan pengembangan untuk antisipasi hingga kapasitas 500 pasien. Sehingga 9 Februari 2022, RSDLB sudah siap beroperasi dan menerima pasien perdana
Khofifah mengapresiasi kesiapan para nakes, relawan dan personil pendukung RSDLB serta dan sarana prasarana yang sudah terpasang dan dan siap digunakan.
Mayor CKM Bambang menjelaskan, untuk saat ini semua nakes dan relawan sejumlah 57 orang serta dukungan personil dan keamanan sejumlah 54 orang telah disiap siagakan sejak 3 Januari 2022 dan dalam kondisi siap tugas.
Baca juga: Tips Merawat Motor saat Musim Hujan Supaya Tetap Bandel
"Untuk perbaikan dan pemenuhan sarana dan prasarana pendukung yang dijalankan oleh teman-teman BPBD akan selesai dalam 3-4 hari ke depan, sehingga dipastikan Rabu, 9 Februari 2022, RSDLB sudah siap beroperasi dan menerima pasien perdana," jelasnya.
Sementara itu, Radian Jadid, Ketua Relawan Pendamping PPKPC-RSDLB (Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSDLB) meyatakan, sesuai tupoksi RSDLB sebagai rumah sakit darurat lapangan. Maka sewaktu-waktu akan siap difungsikan apabila kondisi memang diperlukan.
Semua sistem di RSDLB dengan personil nakes, relawan pendamping dan personil pendukung lainnya telah siap dan bisa langsung berfungsi. Dengan penyempurnaan sarana prasarana yang ada, tidak butuh waktu lama (3-4 hari) RSDLB siap beroperasi menerima pasien.
Baca juga: 6 Wisata Banyuwangi dengan Keindahan Memukau
Khofifah menerangkan, dengan pengalaman dan sistem yang ada, RSDLB telah siap menjalankan instruksi dari Ibu Gubernur untuk penanganan pasien COVID-19 Jawa Timur.
"Semoga semua dapat tertangani dengan baik, masyarakat tidak abai dan tetap konsisten menjalankan 6M, pemerintah dan stakeholder terkait terus menjalankan 3T, dan harapannya COVID-19 kali ini tidak separah gelombang kedua, serta pandemi COVID-19 ini segera berakhir," pungkasnya. (Ade/SL1)
Editor : Redaksi