selalu.id – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan, menegaskan pembangunan flyover Taman Pelangi dan underpass Margorejo tidak hanya ditujukan untuk mengurai kemacetan, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan infrastruktur kota.
“Infrastruktur seperti flyover dan underpass bukan hanya soal mobilitas, tapi kunci untuk menekan biaya logistik dan meningkatkan efisiensi ekonomi,” kata Eri, Senin (14/7/2025).
Baca juga: Dipanggil DPRD, Begini Alasan Klasik Gion Spa yang Pekerjakan Anak di Bawah Umur
Ia menyebut peran ekonomi Surabaya yang menyumbang hampir 25 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur, serta menempati peringkat ketiga di Indonesia dan ketujuh di Asia Tenggara, menjadi alasan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur.
“Kalau kita ingin menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, maka pembangunan infrastruktur tidak bisa ditunda. Ini fondasi penting bagi pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.
Menurut Eri, pembangunan flyover dan underpass juga mendukung proyek strategis nasional Surabaya Regional Railway Line (SRRL), yang menargetkan penghapusan seluruh perlintasan sebidang di Surabaya.
Baca juga: DPRD Surabaya Janji Segera Sahkan Perda Disabilitas
“Dengan hadirnya flyover dan underpass, ke depan tidak ada lagi perpotongan jalan dan rel kereta di satu level tanah. Ini penting untuk keselamatan dan kelancaran transportasi,” tegasnya.
Meski begitu, ia memastikan DPRD akan tetap mengawal agar pembangunan infrastruktur tidak mengorbankan program-program sosial seperti beasiswa, bedah rumah, pendidikan, dan layanan kesehatan gratis.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dugaan Ketidaklengkapan Izin Pasar di Kawasan Tanjungsari
“Kita bisa bangun flyover tanpa harus menghentikan bantuan sosial. Kuncinya ada pada pengelolaan anggaran dan arah pembangunan yang seimbang antara sosial dan ekonomi,” tandasnya.
Eri menambahkan, rencana pembangunan flyover dan underpass ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Surabaya. DPRD akan memastikan kebijakan pembangunan tetap sesuai kebutuhan jangka panjang kota.
Editor : Ading