selalu.id - Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, mendorong Dinas Pendidikan (Dispendik) untuk membuat langkah pencegahan praktik perundungan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Toni sapaan akrabnya meminta Dispendik membentuk satuan tugas (satgas) anti-bullying di sekolah-sekolah yang dianggap rawan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tegaskan Penarikan Sumbangan HUT ke-81 RI Diperbolehkan, Asalkan..
“Saya berharap Dispendik serius mengantisipasi potensi bullying selama MPLS. Satgas harus diturunkan ke sekolah-sekolah yang rawan terjadi perundungan,” kata Fathoni, Minggu (13/7/2025).
Politisi Golkar itu juga mengusulkan agar pengurus OSIS dilibatkan secara aktif dalam program pencegahan bullying. Menurutnya, pelibatan siswa senior sebagai duta anti-bullying akan memberikan efek positif, sekaligus meredakan kekhawatiran para orang tua.
Baca juga: Diskon BPHTB Surabaya 40 Persen: Fokus Rumah Pertama, Lindungi PAD dan Bantu MBR
“OSIS bisa jadi garda terdepan kampanye anti-bullying. Kalau siswa senior terlibat aktif, wali murid akan lebih tenang menitipkan anak-anaknya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Fathoni mendorong Dispendik agar segera mengeluarkan surat edaran ke seluruh sekolah, terutama jenjang SMP, untuk memperketat pengawasan selama MPLS berlangsung. Ia mengingatkan, kasus perundungan yang luput dari pengawasan bisa mencoreng citra Surabaya sebagai Kota Layak Anak.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Perwalian 75 Anak Perlindungan Khusus
“Kalau sampai bullying tetap terjadi karena tidak ada langkah pencegahan resmi, ini bisa mencederai komitmen kita menjadikan Surabaya sebagai Kota Ramah Anak,” tegasnya.
Editor : Arif Ardianto