Tiga SMP Baru Dibangun di Daerah Padat, Surabaya Fokus Atasi Kelebihan Siswa

Reporter : Ade Resty
Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat

selalu.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan pembangunan tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru tetap berjalan pada 2025, meskipun dihadapkan pada keterbatasan lahan di kawasan padat penduduk.

 

Baca juga: Ibu Rumah Tangga hingga Akademisi Perempuan Turun Demo di Surabaya, Ini Lima Tuntutannya

Langkah ini diambil untuk pemerataan akses pendidikan, khususnya di wilayah yang mengalami kelebihan jumlah siswa dan minim unit sekolah.

 

Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudrajat, mengatakan pembangunan sekolah baru telah melalui tahapan perencanaan dan kesepakatan dengan warga.

 

“Tahun ini ada tiga SMP baru yang akan dibangun, lokasinya di Medokan Ayu, Warugunung, dan Tambak Wedi. Ini sudah clear lahannya dan siap untuk dilanjutkan konstruksinya,” ujar Irvan, Senin (30/6/2025).

 

Ia mengakui bahwa pencarian lahan untuk sekolah baru menjadi tantangan tersendiri di Surabaya karena keterbatasan ruang terbuka.

Baca juga: Pendemo Tolak Bunga Pemberian Polwan saat Demo di Taman Apsari Surabaya

 

“Kebijakan kita, kalau memungkinkan dibangun sekolah baru, ya dibangun. Tapi kalau tidak ada lahannya, minimal Dispendik tambah rombel (ruang belajar) di sekolah yang sudah ada,” jelasnya.

 

Pembangunan tiga SMP tersebut dialokasikan anggaran sekitar Rp20 miliar. Dana tersebut telah dimasukkan dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun berjalan.

Baca juga: DLH Surabaya Temukan Solar Truk Sampah Dijual, Pelaku Diduga Orang Dalam

 

Irvan menambahkan, pembangunan fisik sekolah hanya bagian dari ekosistem pendidikan. Pemkot juga menyiapkan tenaga pendidik dan fasilitas penunjang.

 

“Sekolah bisa dibangun, tapi tantangan berikutnya adalah menyediakan guru-guru dan peralatan sekolah yang memadai. Dinas Pendidikan akan menyiapkannya paralel dengan proses pembangunan,” pungkasnya.

Editor : Ading

Kemensos Hadir
Berita Terpopuler
Berita Terbaru