Selasa, 03 Feb 2026 08:20 WIB

Midtown Hotel Budayakan Karyawan Belajar Bahasa Isyarat

Praktek budaya Tuli di Midtown Hotel
Praktek budaya Tuli di Midtown Hotel

selalu.id - Midtown Hotel terus berusaha menyuguhkan performa terbaiknya dalam aspek hospitality dengan memberikan pengalaman yang lebih inklusif kepada para tamunya.

Midtown Hotelpun mengenalkan budaya Tuli, istilah Tuli sendiri sudah lama dikenal dengan sebutan tunarungu dalam istilah medis (kehilangan indera pendengaran) yang memiliki makna negatif bagi komunitas Tuli. Namun kini istilah Tuli lebih familiar digunakan dengan penulisan huruf kapital di awal “T” yang memiliki makna positif serta lebih nyaman untuk menandakan identitas mereka.
Midtown Hotels Indonesia mengundang karyawan hotel yang ada di Surabaya untuk mengikuti workshop tentang budaya Tuli dan belajar bahasa isyarat guna menambah wawasan baru karena tidak menutup kemungkinan tamu hotel juga adalah teman Tuli.
20 peserta teman dengar yang berasal dari Midtown Hotel Surabaya, Midtown Residence Surabaya, Crown Prince Hotel Surabaya dan Verwood Hotel & Serviced Residence Surabaya, mulai dari tim resepsionis, pramusaji, tim Human Resources, kepala departemen restoran hingga General Manager menghadiri kelas pengenalan budaya Tuli yang dipandu oleh tim TIBA (Tim Bisindo Dan Aksesibilitas Surabaya) dan TATULI (Cerita Teman Tuli) Surabaya.
“Program pengenalan budaya Tuli dan bahasa isyarat ini diharapkan bisa menjadikan value lebih sebagai profesi pekerja bidang perhotelan yang dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan baik kepada semua tamu yang datang tanpa terkecuali, seperti tamu yang berkebutuhan khusus termasuk teman Tuli,”pungkas Bapak Dony Manuarva selaku Corporate General Manager Midtown Hotels Indonesia.
Pak Wawan dari TIBA memberikan materi tentang budaya Tuli salah satunya adalah cara berkomunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan Bisindo / Bahasa Isyarat Indonesia yang dilakukan dengan ekspresi dan gestur, menggunakan bahasa verbal dengan cara melihat gerak bibir dan melalui tulisan bisa menggunakan goresan pena ataupun melalui gadget.
Sesi berikutnya peserta teman dengar diajak belajar bahasa isyarat abjad huruf A hingga Z oleh Kak Abhi dari Cerita Teman Tuli. Dengan sabar dan luwes Kak Abhi memberikan praktek dalam menggerakkan jemarinya membentuk semua huruf secara bergantian. Sesekali gerakan mengangkat tangan dan membuka telapak tangan serta menggoyang-goyangkannya sebagai pertanda tepuk tangan karena sudah terjadi komunikasi yang berhasil dan menyenangkan.
Dengan dibantu penerjemah bahasa isyarat, Alya, perempuan yang masih aktif menimba ilmu disalah satu universitas di Surabaya menjembatani komunikasi antara teman dengar dan teman Tuli seperti yang dilontarkan oleh Kus Andi selaku Corporate Public Relations Midtown Hotels Indonesia, “mari berkomunikasi dua arah, bukan hanya teman Tuli saja  yang berusaha untuk mengerti namun kita sebagai teman dengar juga harus mampu beradaptasi dengan budaya teman Tuli”, kepada semua peserta yang hadir.
Diakhiri dengan bermain game, 1 baris berisi 10 orang berjajar kebelakang untuk menyampaikan kalimat rahasia yang sudah ditentukan dan diperagakan kembali kepada teman lainnya secara bergantian menggunakan bahasa isyarat tanpa suara hanya gerakan tangan.
“Luar biasa seru, ini pengalaman pertama belajar bahasa isyarat yang nantinya bisa membantu saya sebagai resepsionis hotel, dulu sudah pernah beberapa kali mendapati tamu Tuli, karena keterbatasan pemahaman kami berkomunikasi hanya melalui tulisan, dengan pengetahuan baru ini walaupun masih sedikit paling tidak bisa membuat tamu tuli lebih merasa nyaman nantinya”, ujar Fitri, resepsionis hotel Midtown Residence Surabaya menceritakan pengalamannya.  

Baca Juga: Wow! Tersangka Pesta Gay di Midtown Surabaya Ada yang Berprofesi ASN, Guru dan Petani

Editor : Ading
Berita Terbaru

Ramalan Zodiak Hari Ini: Libra Mulai Temukan Kebahagiaan, Pisces Akhirnya Keluar dari Zona Nyaman

Lalu, bagaimana ramalan zodiak kalian? Berikut ramalan zodiak hari ini, dibahas lengkap.

Viral Satpol PP Kota dan Kabupaten Probolinggo Nyaris Baku Hantam saat Penertiban PKL, Ini Penyebabnya

Kabid Tantribum Satpol PP Kota Probolinggo, Angga Budi Pramudya, menegaskan bahwa penertiban dilakukan sesuai aturan.

TKBM yang Hilang saat Insiden Kapal Pasific 88 di Surabaya Ditemukan Meninggal

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit selaku SMC mengatakan, korban ditemukan berjarak sekitar 1 mil laut dari titik awal kejadian.

Transformasi Korupsi di DPRD Jatim: Dari P2SEM, Pokir hingga Fee Istri Siri

Anggaran Pokir yang sebelumnya dikelola secara terpusat kini "disembunyikan" dalam alokasi anggaran berbagai dinas daerah.

Mayat Bayi Perempuan Dalam Tas Ransel Ditemukan di Hutan Mojokerto

Mayat bayi tersebut ditemukan oleh Sukkamto, petugas Tahura yang saat itu berpatroli mengecek irigasi sungai di atas area hutan.

Kapal Pacific 88 Kecelakaan di Tanjung Perak Surabaya: Kontainer Berjatuhan ke Laut, 1 TKBM Hilang

Kejadian tersebut berlansung cepat. Dan saat ini satu orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM) dilaporkan hilang dan masih dalam pencarian.