Selasa, 21 Jul 2026 07:48 WIB

Pangdam V/Brawijaya Bakal Gelar Kompetisi Tinju Sabuk Emas di Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 17 Okt 2023 16:58 WIB
Petinju nasional
Petinju nasional

selalu.id - Kerinduan masyarakat Jatim untuk menyaksikan pertandingan tinju level nasional bakal terobati dengan digelarnya Sabuk Emas Pangdam V/Brawijaya yang digelar Selasa (17/10) di GOR Hayam Wuruk Kodam V/Brawijaya.

Partai utama memperebutkan Sabuk Emas Pangdam V/Brawijaya akan mempertemukan Oky Akbar De Lahoya dari Santana BC Malang melawan Paskalis R.P Nehe (Alap Alap TJ BC Cilacap) di kelas bulu junior 55,3 kg.

Di kelas Bantam Junior 52,2 kg akan bertanding Abdul Rohman (JIMB Fighter Kediri) melawan Febri 'The Destroyer' (Sukowati BC Sragen) memperebutkan Piala Pembina Asosiasi Petinju Indonesia (API) Jatim.

Selanjutnya Abdul Rochim (JIMB Fighter Kediri) akan berhadapan dengan SF Gianto (Alap Alap TJ BC Cilacap) di kelas Bantam Junior 52,2Kg, Dikelas Welter Junior 63,5 kg akan bertarung Setiyo Tiomar (RBC Sukoharjo) melawan Eko Aryo Adi (JIMB Fighter Kediri) memperebutkan Piala Komandan Korem Bhaskara Jaya.

Selain itu juga digelar dua pertandingan pembibitan antara Muhammad Ali (JIMB Fighter Kediri) melawan Budiman (Alap Alap TJ BC Cilacap) dan Abdul Malik (JIMB Fighter Kediri) melawan Eky Arif Saputra (Garuda BC Jember) di kelas Bulu Junior.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Billy Handiwiyanto, event tinju ini digelar untuk menyemarakkan lagi dunia tinju nasional yang lama tenggelam.

Billy berharap, upayanya untuk membangkitkan kembali tinju yang lesu ini diikuti oleh orang lain yang memiliki kecintaan dan kepedulian yang sama terhadap olahraga ini.

“Saya harap banyak orang tergugah untuk membangkitkan gairah tinju Tanah Air, mengikuti jejak kami untuk menyelenggarakan event tinju berikutnya. Tujuan utamanya adalah kembali membangkitkan kembali tinju di Indonesia dimulai dari Jatim,” katanya, Senin (16/10).

Sementara itu, terkait persiapan para petinju, promotor gelaran tinju ini, Nouke Frangky Norimarna menjelaskan, bahwa para petinju yang tampil di ajang ini sudah melakukan persiapan intens sejak tiga bulan terakhir.

“Dengan persiapan selama itu, saya yakin mereka sudah sangat siap bertanding. Soal keselamatan para petinju, panitia memberlakukan skrining ketat untuk memastikan para petinju yang tampil dalam kondisi cukup baik,” tutur Nouke yang juga menjabat sebagai Ketua API Jatim itu.

Nouke juga menjelaskan, bahwa petinju yang ambil bagian di kejuaraan ini semuanya pemula. "Sehingga tujuan dari penyelenggaraan ini untuk pembinaan. Karena lama dunia tinju di Tanah Air, khususnya di Jawa Timur vakum," terang Nouke.

Ia berharap, gelaran ini akan berlangsung secara berkesinambungan. Sehingga dunia tinju nasional kembali semarak.

Baca Juga: Pendam V/Brawijaya Gelar Donor Darah dan Ziarah, Sambut HUT Penerangan TNI-AD ke-74

Editor : Ading
Berita Terbaru

Presiden Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi, DEKOPIN Yakin jadi Pilar Ekonomi Nasional

Menurut Prabowo, kekuatan koperasi terletak pada semangat gotong royong. Ia mengibaratkannya seperti sapu lidi yang akan menjadi kuat ketika bersatu.

Program Bunga Desaku Jember, Dari Bantuan UMKM hingga Rencana Investasi Rp2 Triliun

Fawait mengingatkan agar seluruh bantuan yang diberikan pemerintah dimanfaatkan sesuai tujuan dan tidak dialihkan untuk kepentingan lain.

Serunya Slimetastic Lab: Cara Kreatif Luminor Hotel Surabaya Jemursari Manjakan Tamu Cilik

Luminor Hotel Surabaya Jemursari terus berkomitmen menjadi destinasi pilihan bagi keluarga yang ingin menikmati liburan yang nyaman dan edukatif.

Pemkab Jember Alokasikan Rp400 Miliar untuk Layanan Kesehatan Gratis Warga

Fawait menegaskan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh pasien, baik peserta UHC maupun pasien umum.

PAN Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Acara ini juga untuk memperkuat struktur partai hingga tingkat bawah dan mendekatkan partai dengan masyarakat.

Potret 115 Napi dari Jatim dan Sulawesi Dipindahkan ke Nusakambangan

Ditjenpas berharap pembinaan terhadap narapidana berisiko tinggi dapat berjalan lebih maksimal sekaligus mendukung terciptanya kondisi yang aman dan kondusif.