Sabtu, 26 Sep 2026 09:43 WIB

PLN NP Luncurkan Program Inklusif untuk Anak Berkebutuhan Khusus

  • Penulis : Ade Resty
  • | Jumat, 18 Nov 2022 16:32 WIB
Melalui penyerahan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas Bilingual Elementary School
Melalui penyerahan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas Bilingual Elementary School

selalu.id - Subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara, PT PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui salah satu unit pembangkitnya, PLTA Brantas terus mendukung program pendidikan di Malang.

Melalui penyerahan bantuan kepada Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Ikhlas Bilingual Elementary School, bantuan ini merupakan dukungan PLN NP dalam mewujudkan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun kepada anak berkebutuhan khusus (ABK). Acara yang diselenggarakan pada Rabu (16/11) ini dihadiri oleh Bupati Malang, Sanusi.

Baca Juga: Homecare Jemput Warga Rentan, Pemkab Jember Perkuat Pelayanan hingga Pelosok

Selama ini pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus lebih banyak diselenggarakan oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB). Perkembangan zaman dan untuk melatih hidup bersosialisasi bagi siswa berkebutuhan khusus, PLN NP bersama MI AL Ikhlas membentuk progam pendidikan khusus dan pelayanan khusus inklusif.

Direktur Human Capital PLN NP, Karyawan Aji menyebutkan bahwa dukungan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari PLN dalam mewujudkan persamaan hak dalam pendidikan.

Baca Juga: Peduli Pendidikan di Ring Satu Kawasan, SIER Tebus Ijazah dan Bantu Biaya Sekolah Warga Kurang Mampu

"PLN NP berkolaborasi dengan MI Al Ikhlas untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik yang memiliki kelainan fisik, emosional, mental dan sosial untuk memaksimalkan potensi kecerdasan dan bakatnya. Saya harap kontribusi kami sebagai PLN NP dapat mewujudkan hal tersebut". ungkap Karyawan AJi.

Pendidikan inklusif ini direncanakan untuk menyediakan pelayanan, sarana prasarana, hingga guru khusus guna membimbing ABK. Di dalam program juga akan memetakan dan menyeleksi potensi serta keistimewaan bagi siswa berkebutuhan khusus, sehingga potensi tersebut dapat dimaksimalkan.

Baca Juga: DPRD Surabaya Temukan Anak Putus Sekolah, Data Desilnya di Atas 5

Bupati Malang, Sanusi yang turut hadir dalam acara penyerahan bantuan tersebut mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan sumbangsih dari PLN NP. Menurutnya, tidak banyak pihak yang dapat memberikan atensi lebih kepada anak berkebutuhan khusus hingga saat ini.

"Sebanyak 26 siswa yang menerima beasiswa ini saya rasa akan merasa istimewa karena mendapatkan perhatian dari PLN NP. Saya mewakili Pemerintahan Kabupaten Malang mengucapkan terima kasih kepada PLN NP atas kolaborasi yang apik ini", ungkap Sanusi. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Sebelumnya, Wali Kota Eri Cahyadi telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemkot untuk memindahkan sebagian aktivitas kerjanya ke Balai RW mulai Oktober 2026.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Selain penyelarasan desain, Pemkot Surabaya secara eksplisit melarang pihak sekolah negeri melakukan aktivitas jual beli seragam kepada siswa maupun orang tua.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.