Sabtu, 24 Okt 2026 01:21 WIB

Keris Aeng Tongtong Sumenep Jadi Souvenir KTT G20, Gubernur Khofifah : Bangga

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Nov 2022 17:14 WIB
keris asal Desa Wisata Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep
keris asal Desa Wisata Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep

selalu.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bangga keris asal Desa Wisata Aeng Tongtong, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep dijadikan souvenir resmi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali.

Menurut Khofifah, dijadikannya keris asal Desa Wisata Aeng Tongtong menjadi motivasi sendiri bagi desa tersebut untuk terus melestarikan keris yang notabene merupakan budaya bangsa yang memiliki nilai-nilai dan filosofi yang tinggi. Bahkan keris Indonesia sudah dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia non-bendawi manusia oleh UNESCO di tahun 2005.

Baca Juga: Polda Jatim Luncurkan Polisi Jogo Sekolah, Bentengi Siswa dari Bullying dan Narkoba

"Orang Jawa Timur harus berbangga karena kerajinan asal Bumi Majapahit ini menjadi souvenir para delegasi negara-negara KTT G20. Semoga keris dari desa ini dapat merambah pasar ekspor dan semakin mendunia," ungkap Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, Rabu (16/11/2022).

Khofifah meyakini, usai perhelatan KTT G20, nama Desa Wisata Aeng Tongtong, Kabupaten Sumenep juga akan semakin terangkat. Apalagi, tahun 2014 lalu, desa ini juga dinobatkan oleh UNESCO sebagai satu-satunya desa wisata dengan empu keris terbanyak di dunia.

Baca Juga: DPRD dan Pemprov Jatim Ancam Sanksi Sekolah Penahan Ijazah: Jangan Hambat Masa Depan Siswa!

Desa ini, tambah Khofifah, juga berhasil menyabet dua gelar luar biasa. Pertama, Desa Aeng Tongtong memecahkan Rekor MURI sebagai Desa Dengan Empu Keris Terbanyak di dunia. Dan kedua, Desa Aeng Tong Tong juga dinobatkan sebagai Juara I ADWI 2022 Kategori Daya Tarik Pengunjung.

"Semoga jumlah wisatawan yang datang ke desa ini pun semakin bertambah, baik wisatawan nusantara maupun mancanegara sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat sekitar," imbuhnya.

Baca Juga: Polda Jatim dan Stakeholder Targetkan Jawa Timur Bebas ODOL pada 2027

Khofifah menyebut, tidak mengherankan keris buatan Desa Aeng Tongtong dipilih sebagai salah satu souvenir resmi KTT G20. Menurutnya, karya seni dari Desa Aeng Tongtong ini sangat istimewa karena hasilnya halus, sangat detail, dan indah baik keris maupun warangka atau sarungnya. Selain itu, tahapan proses yang terbilang sangat rumit menjadikan waktu pengerjaan sebilah keris pun cukup lama.

Lebih lanjut, Khofifah menerangkan bahwa aktivitas masyarakat Desa Aeng Tongtong membuat keris merupakan warisan turun temurun dari para leluhur yang dulunya merupakan seorang Empu, pembuat keris. Hingga kini, tambah dia, aktivitas membuat keris di Desa Aeng Tongtong masih terus dilestarikan, bahkan telah menjadi mata pencaharian sebagian besar masyarakat desa wisata tersebut. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Sering Bikin Macet dan Rawan Kecelakaan, Parkir Liar di Nganjuk Ditertibkan

Langkah ini menjadi fokus utama kepolisian untuk menciptakan ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta meminimalisir angka kecelakaan di jalan raya.

Menelusuri Jejak Pergerakan Dr Soetomo di Nganjuk, Ada Alat Medis hingga Buku Bahasa Asing

Hadirnya koleksi lengkap di Monumen dan Museum Dr. Soetomo ini menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah dan edukasi unggulan di Nganjuk.

Geger, Dua Mayat Ditemukan dalam Sehari di Mojokerto

Dua peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap warga lanjut usia yang tinggal sendiri, agar kejadian tidak terulang kembali.

Angkat Kembali Identitas Daerah, Kawasan Perbatasan Sidoarjo-Surabaya Bakal Ditata Ulang

Lokasi yang menjadi sasaran penataan berada di perbatasan Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya, dengan Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Polda Jatim Gulung 1.212 Tersangka dalam Operasi Sikat Semeru 2026

Kasus pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) menjadi kejahatan yang paling mendominasi.

Keluh Warga Bratang Gede Surabaya soal Pemotongan Unggas, Baunya Menyengat dan Bising

Warga mengaku terganggu setiap malam akibat suara truk, ayam, hingga mesin yang beroperasi hingga pagi hari. Baunya menyengat dan bikin bising.