Sabtu, 26 Sep 2026 09:41 WIB

Undang Guru Besar UNSW, Unusa Berikan Kualiah Kecerdasan Buatan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 16 Nov 2022 16:49 WIB
Rizqi Putri Nourma Budiarti dlam paparanya terkait kecerdasan buatan
Rizqi Putri Nourma Budiarti dlam paparanya terkait kecerdasan buatan

selalu.id - Guru besar University of New South Wales (UNSW), Prof Dr Sreenatha Gopalarao Anavatti diundang Unusa dalam kegiatan visiting professor, Selasa (15/11) dengan tema 'Intelligent Control Systems along with Path Planning and Neural Network Including Deep Neural Network'.

Kegiatan ini bekerjasama dengan Departemen Teknik Elektro Otomasi, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dalam program WCP (World Class Proffesor).

Baca Juga: ASN Surabaya jangan Enak-anakan, Begini Pesan Tegas DPRD

Hadir dalam acara tersebut selain guru besar UNSW adalah Berlian Al-Kindhi dari ITS dan Rizqi Putri Nourma Budiarti dari Unusa.

Dalam paparannya Sreenatha menjelaskan tentang bagaimana pentingnya Artificial Intelligent di masa depan. Dalam tuntutan masa depan, akan semakin banyak permasalahan yang bisa diselesaikan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligent –AI).

Sreenatha juga menjelaskan salah satu keilmuan AI khususnya dalam bidang fuzzy sistem yang sangat bermanfaat untuk kontrol robotik. Sedangkan penggunaan lainnya di dunia industri masa depan, misalkan bisa dilihat saat ini penggunaan google Maps dengan teknologi AI bisa menentukan path dengan cerdas, cepat, dan tepat.

"Ke depan AI makin sangat dibutuhkan di dunia industri yang menuntut kerja cepat dan efisien," katanya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Larang Sekolah Jual Seragam Mulai Tahun Depan, Ini Penjelasannya

Sementara Berlian Al-Kindhi menjelaskan aplikasi AI dapat digunakan untuk membangun aplikasi smart city khususnya untuk mitigasi banjir di kota Surabaya.

"Dengan menggunakan AI kita bisa memantau lebih cepat sekaligus bisa mengantisipasi banjir yang akan terjadi. Tidak hanya itu melalui kecerdasan buatan kita bisa membuat apa saja kebutuhan-kebutuhan masa depan yang kita inginkan untuk membuat kota cerdas," katanya.

Sedangkan Rizqi Putri Nourma Budiarti menjelaskan tentang implementasi kecerdasan buatan yang dimanfaatkan dalam penggunaan AI untuk pembelajaran lanjutan (deep learning).

Baca Juga: Muncul Asap Putih di Mal PTC Surabaya, Pengunjung Heboh

Rizqi memaparkan beberapa projek yang telah dibuat bersama mahasiswa Unusa, misalnya pemanfaatan AI dalam pendeteksian masker dan mata kantuk pada sensor kamera yang dapat digunakan sebagai alarm bagi pengemudi perjalanan jauh dalam menekan angka kecelakaan.

"Pembelajaran AI bisa dipelajari oleh siapa saja. Mahasiswa dimudahkan dalam mempelajari AI dan bisa mengimplementasikannya dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Ini karena telah tersedia infrastruktur yang telah dibuat oleh Tim Google melalui google colabs dimana library machine learning sudah ada didalamnya," kata dosen Prodi Sistem Informasi ini.

Ditambahkan, bila ingin diintegrasikan dengan google cloud, terutama dalam penggunaan backend-nya. Mahasiswa bisa menghasilkan aplikasi dalam bentuk web development ataupun mobile apps berbasis AI. (CIN/SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Guruh Soekarnoputra Tutup Usia di 73 Tahun

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membenarkan kabar duka tersebut.

Layanan Home Care Pemkab Jember Dilirik Kemenkes, Jadi Inspirasi Daerah Lain

Meski begitu, Kemenkes tetap memberikan perhatian pada evaluasi program secara berkala guna memastikan efektivitasnya di lapangan.

Progres RSUD Sedati Lampaui Target, Wabup Sidoarjo Wanti-wanti soal Kualitas Material

Inspeksi mendadak ini dilakukan menyusul adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan lambannya pengerjaan fisik di lokasi.

RAPBD Jatim 2027 Turun 8,2 Persen, Golkar Pertanyakan Pemangkasan Belanja Modal

Golkar pun meminta Pemprov Jawa Timur menjelaskan strategi menjaga ketersediaan infrastruktur, konektivitas, hingga pemerataan layanan publik.

Viral Wadah MBG di Patrang Jember Disebut Kurang Bersih, Ini Kata Pihak Pengelola

Keluhan tersebut mengemuka setelah akun Facebook IWJ Ofisial milik Muhamad Abas mengunggah foto wadah makanan atau ompreng MBG yang dinilai kurang bersih.

Ketika Energi Bersih Menentukan Masa Depan Industri Indonesia

Dalam pidato pembukaan General Debate pada 22 September, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut dunia sedang menghadapi empat tests of power.