Minggu, 25 Okt 2026 04:17 WIB

Rakernas II, Risma Ceritakan Kerja Ideologis Kader PDIP di Pemerintahan

  • Penulis : Ade Resty
  • | Rabu, 22 Jun 2022 19:28 WIB
Tri Rismaharini saat mengisi materi di sekolah politik pada Rakernas PDIP II
Tri Rismaharini saat mengisi materi di sekolah politik pada Rakernas PDIP II

selalu.id - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Tri Rismaharini menjadi pengisi materi pembekalan untuk Ketua DPD dari 34 provinsi pada hari kedua Rakernas II PDIP di Sekolah Partai di Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2022).

Tampak sejumlah pengurus DPP PDIP seperti Rudianto Tjen, Mindo Sianipar, I Made Urip, Ribka Tjiptaning, Djarot Syaiful Hidayat, Rokhmin Dahuri, Hamka Haq, dan Kepala BKNP PDIP Aria Bima, mendampingi Risma yang hendak menyampaikan materi.

Baca Juga: Top 5 Berita: KDKMP hingga Target PDI Perjuangan

Mantan Wali Kota Surabaya itu memekikkan kata merdeka sebanyak tiga kali sebelum menyampaikan materi pembekalan.

"Merdeka, merdeka, merdeka," kata Risma yang disambut para peserta Rakernas II PDIP dengan teriakan serupa, Rabu.

Di jajaran peserta, tampak juga hadir sejumlah gubernur dari PDIP. Diantaranya adalah Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Setelah pekikan merdeka, Risma membeberkan kinerjanya sebagai Mensos yang mengedepankan prinsip 3 T, yakni terdepan, terpencil, dan terbelakang. Kerja ini merupakan perwujudan ideologi kerakyatan yang dipegang oleh PDIP.

Adapun, prinsip 3 T dimaksudkan untuk memberdayakan rakyat Indonesia di pedalaman agar menikmati akses yang sama dengan warga kota.

Alumni Institut Teknologi Sepuluh November itu mengaku semasa menjadi Mensos sudah mengurusi beberapa kebutuhan penting warga di Pulau Bertam, Kepulauan Riau.

Baca Juga: Merawat Bumi, Menyejahterakan Warga: Wajah Baru Pantai Teluk Asmara Malang!

Semisal, kata Risma, pemerintah sudah mengusahakan air bersih dan pembangunan tower agar warga di sana bisa berkomunikasi.

"Ada air bersih. Sekarang sudah bisa berkomunikasi. Kami bangun di situ agar mereka bisa belajar daring. Kami pasang tower, ada jaringan," lanjut Risma.

Risma kemudian mengatakan pemerintah juga sudah mengurusi kebutuhan warga pedalaman di Kampung Erosaman, Distrik Derkoumur, Kabupaten Asmat, Papua.

Awalnya, kata dia, pemerintah menyampaikan bantuan yang belakangan menjadi kiriman pertama yang pernah mendarat di Kampung Erosaman.

Baca Juga: Respons Santai Syaifuddin Zuhri Soal Eks Kader PDIP Pindah ke PSI, Ini Fokus yang Lebih Penting

"Waktu itu saya memberikan bantuan. Menurut uskup di sana, itu bantuan pertama yang disampaikan," lanjut Risma.

Wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur itu melanjutkan, saat ini pemerintah sedang mengupayakan lumbung pangan. Termasuk, membudidayakan lele bagi masyarakat di sana.

"Sering kali kita salah, mereka nomanden, itu salah. Jadi, yang terjadi mereka harus cari makan. Kalau mereka tidak pindah, mereka tidak makan. Yang kami lakukan karena sungainya keruh, ikan tidak hidup. Nah, akhirnya kita buat ternak lele. Di sini kami buat perpustakaan," ungkap Risma.

Pembekalan dari Risma itu diketahui tidak hanya diberikan bagi Ketua DPD PDIP di 34 provinsi dan gubernur dari para kepala daerah. Para Bendahara DPD PDIP di 34 provinsi juga menerima pembelian serupa, dari ruang kelas lain melalui sambungan video. (SL1)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Drag Race di Jembatan Merah Tuai Protes Pedagang Kota Lama Surabaya

Penutupan jalan dilakukan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan maupun musyawarah dengan para pedagang.

Ratusan Anak Muda Jember Politik PAR Alternatif Indonesia, Lawan Oligarki dengan Nilai Bukan Identitas

Peserta berasal dari beragam organisasi kemahasiswaan (ormek), organisasi kepemudaan, hingga kelompok gerakan yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial

Toko Percetakan Al-Yaubi Print di Surabaya Terbakar, 2 Motor Hangus

Bangunan dua lantai berukuran 8,5 x 27 meter itu hangus terbakar.

Bunda PAUD Sidoarjo Tekankan Pentingnya Kejujuran Sejak Usia Dini

Di tengah fokus meningkatkan kecerdasan anak, nilai kejujuran dinilai sebagai bekal paling penting untuk masa depan.

Subuh Keliling, Kapolda Jatim: Ambil Hati Masyarakat Jangan Hartanya

Agenda ini menjadi ruang bagi jajaran Polda Jatim untuk mempererat silaturahmi dengan ulama sekaligus menyerap langsung aspirasi keamanan dan ketertiban masyara

Dittipidter Bareskrim Polri Bongkar Praktik Pengoplosan Elpiji, Negara Rugi 2,1 Miliar

Polisi menyita 1.820 tabung LPG dalam pengungkapan dugaan penyalahgunaan LPG bersubsidi atau 3 kilogram yang dioplos.