Sabtu, 07 Nov 2026 14:40 WIB

Kemandirian Fiskal Jatim Stagnan, Banggar DPRD Sentil Pemprov Jangan Kerja Apa Adanya

Ketua Fraksi PKS sekaligus anggota Banggar DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).
Ketua Fraksi PKS sekaligus anggota Banggar DPRD Jatim, Lilik Hendarwati. (Dok. DPRD Jatim for selalu.id).

selalu.id - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jawa Timur menilai kemandirian fiskal daerah cenderung stagnan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. 

Juru Bicara Banggar, Lilik Hendarwati menyebut PAD Jawa Timur dalam RAPBD 2027 diproyeksikan sebesar Rp17,686 triliun, hanya naik sekitar 0,2 persen dibandingkan APBD 2026 yang tercatat Rp17,649 triliun. 

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Evaluasi Sabo Dam dan Percepat Relokasi Warga Rawan Banjir Lahar Semeru

Angka ini dinilai belum memuaskan, terlebih perekonomian Jatim tumbuh 5,84 persen pada semester I 2026.

"Kemandirian fiskal cenderung stagnan. PAD 2027 hanya tumbuh sekitar 0,2 persen dari APBD 2026," sebut Lilik, Sabtu (7/11/2026).

Secara keseluruhan, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp26,545 triliun, naik Rp138,112 miliar atau 0,52 persen dari nota keuangan. 

Namun kenaikan tersebut sepenuhnya berasal dari tambahan transfer pusat, sementara PAD justru turun Rp20,255 miliar. Penurunan terbesar terjadi pada retribusi BLUD rumah sakit sebesar Rp46,817 miliar.

PAD Jatim masih sangat bergantung pada pajak daerah yang menyumbang 75,8 persen, terutama Pajak Kendaraan Bermotor, PBBKB, Pajak Rokok, dan BBNKB. 

Baca Juga: DPRD Jatim Desak Aplikasi Majadigi Benar-benar Bermanfaat, Bisa Contoh Sapawarga dan JAKI

Ketergantungan ini dinilai rentan terhadap pergeseran ke kendaraan listrik, pembagian opsen ke kabupaten/kota, serta pelemahan daya beli masyarakat.

Sementara itu, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan hanya menyumbang 2,8 persen dari PAD, dan 85 persen di antaranya berasal dari PT Bank Jatim saja. 

PT Asprida belum dapat menyetor dividen karena larangan OJK, sedangkan PT JGU masih mencicil tunggakan dividen.

Baca Juga: Ekonomi Masih Tertekan, DPRD Jatim Minta Pemerintah Tunda Penambahan Pajak Baru

Banggar meminta Pemprov Jatim memperkuat inovasi penggalian sumber pendapatan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi tanpa membebani masyarakat berpenghasilan rendah. 

Rekomendasi yang disampaikan mencakup pemutakhiran data kendaraan, digitalisasi layanan Samsat, sinergi pemungutan pajak dengan kabupaten/kota, optimalisasi dividen BUMD, pemanfaatan aset yang belum produktif, serta evaluasi kinerja keuangan BLUD rumah sakit terkait manajemen klaim dan piutang BPJS Kesehatan.

"Kami berharap Pemprov Jatim tidak lagi bekerja apa adanya. Energi inovasi dalam ekstensifikasi dan intensifikasi sumber PAD harus dikuatkan, setidaknya dengan segera menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi Banggar," tegas Lilik.

Editor : Zein Muhammad
Berita Terbaru

Capaian PJPK Sidoarjo Tembus 76,5, Dua Indikator Masih Terkendala Anggaran

Selain dua indikator tersebut, evaluasi juga mencatat delapan rencana aksi dari delapan OPD belum dapat dilaksanakan sepanjang 2025. 

Rekomendasi Tempat Malming Syahdu di Surabaya, Nyaman dan Terjangkau

Bagi pasangan yang lagi kasmaran, atau pasangan suami istri, sejumlah tempat nongkrong ini bisa jadi pilihan Anda mengisi malam minggu (Malming) dengan santai.

Bukan Cuma Kebakaran, Call Center 112 Sidoarjo Kini Bisa Wadahi Aduan Jalan Rusak hingga PJU Mati

Pemkab Sidoarjo juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyalahgunakan fasilitas panggilan darurat, termasuk melakukan panggilan iseng.

Cara Cepat Cairkan Bansos PKH 2026, Cukup Lakukan Cara Simple Ini

Nantinya, sistem akan menampilkan informasi seputar penerima bansos di seluruh wilayah yang terdata. Dan kemudian akan segera dicairkan.

PIWK di 18 Kecamatan, Bupati Sidoarjo Subandi Tekankan Kecepatan dan Kualitas Perbaikan Jalan

Program yang dijalankan di 18 kecamatan ini jadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk mendekatkan pelayanan infrastruktur kepada masyarakat.

Harga Emas Antam Hari Ini: Beli dan Jual Kompak Turun, Ini Rincian Lengkapnya 

Dengan demikian, harga emas Antam kembali menjauh dari level Rp3 juta per gram dan mengalami penurunan dibanding perdagangan sebelumnya.