Selasa, 06 Okt 2026 12:19 WIB

Polisi Pastikan Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya Bukan Bom, Tetapi Ini

  • Penulis : Ade Resty
  • | Selasa, 06 Okt 2026 11:14 WIB
Ruko yang meledak di Pakuwon City. (Istimewa)
Ruko yang meledak di Pakuwon City. (Istimewa)

selalu.id - Ledakan yang terjadi di Rumah Makan Tempong Lombok Merah, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya dipastikan tidak berkaitan dengan bahan peledak atau bom.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan jibom tidak menemukan kandungan bahan peledak di lokasi.

Baca Juga: Identitas Lima Korban Ledakan di Ruko Pakuwon City Surabaya

“Untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP, saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak,” kata Luthfie, kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan terjadi akibat kebocoran gas LPG yang kemudian memicu ledakan di dalam ruangan.

Keterangan tersebut diperkuat oleh tim Jibom yang menyebut ledakan memiliki karakteristik BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion), yakni ledakan akibat tekanan gas yang terkumpul dalam suatu ruang hingga akhirnya terpacu dan menimbulkan ledakan.

Baca Juga: Ledakan di Ruko Pakuwon City, Warga: Kencang Banget Suaranya

“Sampai sekarang kami dari hasil penyelidikan dari kami untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan, tapi lebih ke arah ini ledakan sifatnya BLEVE,” ujarnya.

Polisi menyebut terdapat tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram di lokasi. Namun, kondisi tabung tidak menunjukkan adanya ledakan.

“Kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya,” kata Luthfie.

Baca Juga: Ledakan di Ruko San Antonio Pakuwon City Surabaya, 5 Orang Luka Bakar

Dugaan sementara, gas yang bocor kemudian terkumpul di dalam satu ruangan. Saat gas tersebut terpacu, tekanan yang dihasilkan menyebabkan ledakan cukup kuat.

“Dari satu ruangan itu, kan ruangan itu kelihatan desakannya ke tembok kanan, tembok kiri, dan ke depan itu kaca. Jadi kaca akan hancur, kemudian temboknya kelihatan lubang mendesak ke arah luar,” jelasnya.

Editor : Achmad Supriyadi
Berita Terbaru

Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Emil Audero jadi Pahlawan!

Kemenangan bersejarah Indonesia akhirnya dikunci oleh aksi gemilang Emil Audero yang menepis sepakan penalti Sayriya.

Densus 88 Antiteror Polri Sergap 11 Teroris di Indonesia saat Latihan Militansi

Saat ini, Densus 88 masih terus mendalami seluruh barang bukti yang disita untuk membongkar kemungkinan adanya keterlibatan pihak atau jaringan teror lain.

Sidang Kasus Pengeroyokan Maut Oknum Pesilat Nganjuk, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

Kendati mengajukan keberatan, Asmijan menegaskan pihak penasihat hukum tetap mendukung jalannya penegakan hukum secara adil dan rasional.

HUT TNI ke-81 di Jember: Ojol hingga Mahasiswa Melebur, Bukti Kemanunggalan Rakyat

Menurut Abdus Salam, konsep peringatan yang digelar sederhana justru memperlihatkan kedekatan TNI dengan masyarakat secara nyata.

Makin Mudah, Posisi dan Jadwal Trans Jatim serta Suroboyo Bus Kini Bisa Dipantau Lewat HP

Kadishub Jatim, Nyono, menyatakan integrasi ini merupakan langkah pengembangan layanan agar masyarakat memperoleh kepastian saat menggunakan angkutan umum.

Kafe Tanpa IPAL Buang Limbah Lemak Sembarangan di Saluran Air Tunjungan Surabaya

Atas temuan ini, Hidayat mengimbau pelaku usaha di kawasan perkotaan agar tidak langsung membuang limbah yang mengandung minyak atau lemak ke saluran umum.