Kamis, 03 Sep 2026 14:33 WIB

HJKS ke-733, Surabaya Gelar Ruwatan dan Wayang Kulit Semalam Suntuk

  • Penulis : Ade Resty
  • | Minggu, 24 Mei 2026 14:26 WIB
Suasana Ruwatan HJKS ke,733 (foto: Diskominfo Surabaya)
Suasana Ruwatan HJKS ke,733 (foto: Diskominfo Surabaya)

selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Ruwatan Kota dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Tugu Pahlawan, Sabtu (23/5/2026) malam.

Tak sekadar ritual budaya, kegiatan itu sengaja dikemas untuk mengenalkan tradisi Jawa kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan dunia digital.

Baca Juga: Air PDAM Bocor Rp400 Miliar, DPRD Surabaya Ungkap Praktik Pengelolaan Air Mandiri di Perumahan Elit

Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya dan prosesi ruwatan, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Dewa Ruci”. Menariknya, pertunjukan tersebut turut menghadirkan dalang anak sebagai simbol regenerasi seni tradisi di Kota Pahlawan.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, mengatakan kegiatan itu menjadi upaya Pemkot menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Anak-anak muda sekarang lebih akrab dengan dunia digital. Karena itu kami ingin mengenalkan bagaimana tradisi dijalankan secara langsung dan tradisional,” kata Yos.

Menurutnya, ruwatan kota bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar budaya untuk menjaga keselamatan, keharmonisan, dan identitas Surabaya.

“Kegiatan ruwatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan bagi Kota Surabaya serta seluruh warganya,” ujarnya.

Dalam tradisi Jawa, ruwatan dipercaya sebagai ritual untuk membuang sengkala atau keburukan agar terhindar dari bencana dan mara bahaya. Melalui prosesi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kehidupan kota yang harmonis.

Baca Juga: Sering Bikin Bahaya, Arus Lalu Lintas Embong Gayam dan Embong Sawo Surabaya Kini Dibalik

Pemkot Surabaya memilih kawasan Tugu Pahlawan sebagai pusat kegiatan agar tradisi yang biasanya digelar di tingkat kampung atau kelurahan dapat dinikmati masyarakat lebih luas.

“Karena itu tahun ini dipusatkan di Tugu Pahlawan agar masyarakat bisa menikmati bersama dan merasakan semangat kebudayaan secara lebih luas,” jelasnya.

Sekitar 400 peserta terlibat dalam kirab budaya mengenakan busana adat Nusantara sambil membawa gunungan dan sesaji ruwat bumi Surabaya. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari komunitas budaya, sanggar tari, budayawan, seniman, hingga masyarakat umum.

Acara juga melibatkan berbagai komunitas lintas daerah seperti Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Roemah Bhineka Surabaya, hingga Komunitas Anom Suroto Fans Club (KAS FC) Jawa Timur.

Baca Juga: Sikat Jukir Nakal Surabaya, Wali Kota Eri Buka Peluang Anak Muda yang Kelola Parkir

Selain kirab budaya, kegiatan diisi pembacaan kidung suci, ujub sesaji, mantra Rajah Kalacakra, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan warga.

Seluruh rangkaian kegiatan dibuka gratis untuk masyarakat. Pemkot berharap ruwatan kota dapat menjadi ruang edukasi budaya sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota metropolitan yang tetap menjaga akar tradisinya.

“Surabaya bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga kota yang memiliki dan menjaga kelestarian budayanya,” pungkas Yos.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pengumuman Beasiswa Cinta Bergema Jember, 7.566 Mahasiswa Lolos Administrasi

Pemkab Jember nantinya hanya akan menyaring sekitar 4.200 mahasiswa sesuai batas kuota yang tersedia.

Potensi Pendapatan PDAM Hilang, DPRD Surabaya Bakal Panggil Pengelola Air Mandiri di Perumahan Elit

Machmud membeberkan, sejumlah pengelola kawasan perumahan elit memproduksi air sendiri dan menetapkan tarif secara sepihak kepada para penghuninya.

‎Gempur Rokok Ilegal, Bea Cukai Probolinggo Targetkan Penerimaan Rp1,4 Triliun

Selain pemberantasan rokok ilegal, Bea Cukai Probolinggo juga memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait aturan barang bawaan penumpang dari luar negeri.

Ternyata, Ada 21 SPPG MBG di Sidoarjo Belum Berizin

Imbas keracunan massal santri, Pemkab Sidoarjo mendesak agar pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG benar-benar diperketat.

Wakapolda Metro Jaya Dekananto Eko Purwono Resmi Sandang Pangkat Irjen Pol

Salah satu keberhasilan paling menonjol saat memimpin Dinas Intelkam Polda Jatim adalah penanganan konflik antar perguruan pencak silat. 

Langkah Sigap PDS Bantu Warga Terdampak Gempa Flores di Tiga Wilayah NTT

Sekretaris Perusahaan PDS, Bayu Widyafrasta menegaskan bahwa aksi cepat ini merupakan komitmen dan kepedulian nyata perusahaan terhadap warga terdampak bencana.