HJKS ke-733, Surabaya Gelar Ruwatan dan Wayang Kulit Semalam Suntuk
- Penulis : Ade Resty
- | Minggu, 24 Mei 2026 14:26 WIB
selalu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Ruwatan Kota dan Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Tugu Pahlawan, Sabtu (23/5/2026) malam.
Tak sekadar ritual budaya, kegiatan itu sengaja dikemas untuk mengenalkan tradisi Jawa kepada generasi muda yang kini lebih akrab dengan dunia digital.
Baca Juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok, Siswa Dibekali Bahaya Narkoba hingga Cegah Kejahatan Siber
Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya dan prosesi ruwatan, kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Dewa Ruci”. Menariknya, pertunjukan tersebut turut menghadirkan dalang anak sebagai simbol regenerasi seni tradisi di Kota Pahlawan.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos, mengatakan kegiatan itu menjadi upaya Pemkot menjaga budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Anak-anak muda sekarang lebih akrab dengan dunia digital. Karena itu kami ingin mengenalkan bagaimana tradisi dijalankan secara langsung dan tradisional,” kata Yos.
Menurutnya, ruwatan kota bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar budaya untuk menjaga keselamatan, keharmonisan, dan identitas Surabaya.
“Kegiatan ruwatan ini merupakan ungkapan rasa syukur atas keberkahan dan keselamatan yang diberikan bagi Kota Surabaya serta seluruh warganya,” ujarnya.
Dalam tradisi Jawa, ruwatan dipercaya sebagai ritual untuk membuang sengkala atau keburukan agar terhindar dari bencana dan mara bahaya. Melalui prosesi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh keselamatan, kesejahteraan, dan kehidupan kota yang harmonis.
Baca Juga: 2.500 Perserta Ramaikan PKB Run Festival Jatim 2026 Berhadiah Ratusan Juta
Pemkot Surabaya memilih kawasan Tugu Pahlawan sebagai pusat kegiatan agar tradisi yang biasanya digelar di tingkat kampung atau kelurahan dapat dinikmati masyarakat lebih luas.
“Karena itu tahun ini dipusatkan di Tugu Pahlawan agar masyarakat bisa menikmati bersama dan merasakan semangat kebudayaan secara lebih luas,” jelasnya.
Sekitar 400 peserta terlibat dalam kirab budaya mengenakan busana adat Nusantara sambil membawa gunungan dan sesaji ruwat bumi Surabaya. Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari komunitas budaya, sanggar tari, budayawan, seniman, hingga masyarakat umum.
Acara juga melibatkan berbagai komunitas lintas daerah seperti Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi), Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), Roemah Bhineka Surabaya, hingga Komunitas Anom Suroto Fans Club (KAS FC) Jawa Timur.
Baca Juga: DPRD Surabaya Minta Sekolah Bentuk Posko Pengaduan Selama MPLS, Cegah Perundungan Sejak Hari Pertama
Selain kirab budaya, kegiatan diisi pembacaan kidung suci, ujub sesaji, mantra Rajah Kalacakra, hingga prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan warga.
Seluruh rangkaian kegiatan dibuka gratis untuk masyarakat. Pemkot berharap ruwatan kota dapat menjadi ruang edukasi budaya sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai kota metropolitan yang tetap menjaga akar tradisinya.
“Surabaya bukan hanya kota metropolitan, tetapi juga kota yang memiliki dan menjaga kelestarian budayanya,” pungkas Yos.
Editor : RedaksiURL : https://selalu.id/news-13903-hjks-ke-733-surabaya-gelar-ruwatan-kdan-wayang-kulit-semalam-suntuk
